Body Painting Selalu Diminati Pengunjung Sanur Village Festival

Para model Body Painting di Sanur Village Festival (SVF). |foto-sem|
SULUH BALI, Denpasar – Aksi melukis tubuh (Body Painting) yang dilakukan sembilan model perempuan oleh sembilan perupa Himpunan Pelukis Sanur dan seniman Bali lainnya, sebagai rangkain acara Sanur Village Festival selalu mampu menyedot perhatian pengunjung.
Tidak sedikit pengunjung serta puluhan photographer yang ingin mengabadikan moment bersama para model peserta  Body Painting, Bahkan beberapa mengambil foto dari jarak sejengkal.
Koordinator Body Painting Sanur Village Festival (SVF) Ida Bagus Sutama mengatakan dari tahun ke tahun program seni rupa ini termasuk yang paling diminati penonton.
Seni melukis tubuh sebenarnya merupakan bagian dari tradisi kuno. Berbeda dengan tatto atau seni melukis tubuh lain seperti tradisi di sejumlah suku, body painting lebih bersifat kontemporer dengan tema kekinian.
“Body painting bisa mengubah sosok seseorang menjadi karakter yang berbeda dengan lukisan yang menempel di tubuhnya. Karena hanya bersifat sementara maka cat yang digunakan pun yang tidak permanen. Tubuh manusia itu cukup sensitif, maka pewarna yang digunakan bukanlah sembarang cat,” kata Gus Sutama.
Dalam khazanah body painting beberapa seniman mengawali dengan menentukan teman dan konsep yang dituangkan menjadi sketsa di kertas. Tetapi ada pula yang langsung melumurkan pewarna ke permukaan kulit sang model seperti yang terjadi di arena SVF. (SB-Ijo)

Comments

comments