Body Painting Sedot Perhatian Pengunjung Sanur Village Festival

310
Salah seorang seniman sedang melukis tubuh model (Foto-Ijo)

SULUH BALI, Denpasar – Sebanyak 11 pelukis dan model ambil bagian dalam ajang Body Painting SanurVillage Festival dengan menggunakan pastel khusus kulit, Sabtu (27/08/2016).

Aktivitas body painting hingga saat ini ternyata masih menyedot perhatian pengunjung Sanur Village Festival (SVF) XI 2016. Dimana, jumlah peserta beserta model yang disediakan mengikuti jumlah usia pelaksanaan Sanur Village Festival.

Koordinator Seni Rupa S‎VF Ida Bagus Putu Gede Sutama mengatakan kegiatan ini selain menjadi happening art di ajang festival juga sebagai eksplorasi kreatif sejumlah seniman yang terlibat.

“Panitia menantang seniman berkarya on the spot di hadapan pengunjung dan menggunakan media tubuh model dengan material pastel,” kata Sutama.

Suatama menyebutkan, tahun ini sedikit berbeda dimana untuk material yang digunakan adalah pastel yang khusus untuk melukis di tubuh serta tidak berbahaya untuk kulit dan mudah membersihkannya.‎

“Tahun ini kita gunakan pastel khusus kulit sehingga bahannya tidak berbahaya, karena saat ini untuk mencari bahat cat yang digunakan seperti tahun lalu cukup susah kalaupun ada harganya juga cukup mahal per warnanya,” terangnya.

Sebelas model yang dilibatkan dalam program ini dilukis sebelas seniman. K‎esebelas seniman tersebut adalah Dewa Wirayuga, Putu Rika, B.Pt.Adnyana, Wayan Hendrawan, Dewa Gede Ariwahyudi. I Kadek Sumadiyasa, I Made Warjana, I Kadek Suardika, I Ketut  Suidiarta, Wayan Gede Budayana, dan I Gusti Ketut Adi Dewantara. ‎‎

Tema Body Painting pun disesuaikan dengan tema Sanur Village Festival yakni “Tat Wam Asi” yang nantinya akan diterjemahkan dalam media tubuh para model oleh para pelukis.

‎”Jumlah sebelas disesuaikan dengan festival kesebelas, begitu juga temanya mengacu tema. SVF XI; Tat Twam Asi. Filosofi ini, aku adalah engkau, engkau adalah aku, nantinya tema itu akan diterjemahkan dalam bentu karya lukis di tubuh para model oleh para pelukis ini,” ujar Sutama.‎‎

Para seniman pun bebas mengeksplorasi tema tersebut. Ada yang mengangkat harmoni lingkungan, figur, flora-fauna dan juga laut. (SB-Ijo)

 

Comments

comments