Besakih, Pusat Khayangan Tiga di Bali

12
SULUH BALI, Karangasem – Pura Besakih adalah pura terbesar di Bali dan menjadi pusat pemujaan Hindu di Bali. Pura Besakih selain sebagai mother temple (pura ibu) juga pusat dari pura Khayangan Tiga di Bali.
Khayangan Tiga merupakan pura yang diempon oleh masing-masing Desa Pakraman atau Desa Adat. Terdiri dari Pura Puseh, Dalem dan Bale Agung/Pura Penatara/pura Desa.
Di Besakih pun ketiga konsep pura ini ada dan terbangun dalam pemujaan umat Hindu di Bali. Mulai dari pura Puseh. Puseh jagat berada di Pura Basukihan yang berada di selatan dari pura Penataran Agung.
Pura Basukian disebutkan sebagai pura yang tepat dilakukan penanaman panca datu (lima unsur alam) oleh Rsi Markandeya saat pertama kali datang ke Bali. Piodalan di Pura Basukian tepat pada Buda Wage Klawu (Buda Cemeng).
Pura Dalem jagat berada di pura Dalem Puri Besakih. Pura ini terletak jauh di selatan dari pusat komplek pura di Besakih. Pura Dalem Puri sebagai pemujaan kepada Dewi Durga. Umat Hindu sering medek upacara nuntun. Piodalan dilaksanakan setiap Buda Kliwon Ugu dan setiap sasih kepitu digelar Ngusaba Kepitu atau biasa dikenal dengan Ngusaba Dalem Puri.
Selanjutnya pura Penataran Agung, sebagai pusat pura Penataran. Berada di tengah-tengah kawasan suci pura Besakih. Terdapat pelinggih pokok yang dikenal dengan Padma Tiga sebagai pemujaan terhadap aspek Siwa, Sada Siwa dan Paramasiwa.
Piodalan di pura Penataran Agung Besakih biasanya digelar pada purnama kapat dan purnama kedasa atau Ida Bhatara Turun Kabeh. Upacara besar meliputi Panca Bali Krama setiap sepuluh tahun sekali dan Eka Dasa Rudra setiap 100 tahun sekali. (SB-Skb)

Comments

comments