Besakih dan Gunung Agung yang Suci

71
SULUH BALI, Karangasem – Gunung bagi umat Hindu tak hanya sebagai bentuk alam namun juga sebagai kawasan suci yang disucikan. Hampir semua gunung yang ada di Bali di kakinya terdapat tempat suci pura, termasuk keberadaan pura Besakih yang berada di kaki Gunung Agung.
Keyakinan umat Hindu tentang gunung sebagai giri (bahasa jawa kuna) adalah tempat bersemayam atau berstananya dewa Siwa. Mahadewa gelar Dewa Siwa berstana di Kailash dan berstana di gunung-gunung sebagai konsep lingga.
Gunung Agung dan Besakih memiliki hubungan sosial-religius dan hubungan sekala-niskala. Raja Purana Besakih bahkan menyebutkan Gunung Agung atau Pura Besakih yang menujukan adanya hubungan kesatuan antara Besakih dan Gunung Agung.
Besakih merupakan mother temple (pura ibu) yang menjadi pusat dari pura di Bali, sementara Gunung Agung adalah gubung tertinggi dan terbesar di Bali sebagai keyakinan terhadap linggih Ida Bhatara Mahadewa.
Konsepsi Siwaisme ini adalah satu kaitan yang menjadi bagian dari pemujaan umat Hindu terhadap Mahadewa yang dilakukan di Besakih sebagai pemujaan terhadap penguasa yang berstana di Gunung Agung.
Adanya meru juga merupakan bagian dari kaitan dari gunung Agung dan pura Besakih dimana meru merupakan lambang dari gunung. Bentuk kerucut adalah simbol gunung sehingga dalam keyakinan Hindu gunung Mahameru sebagai gunung yang suci. (SB-Skb)

Comments

comments