Berusaha Kabur Dari Kejaran Polisi, 2 Garong Asal Jawa Ditembak

15

SULUH BALI, Denpasar – Polsek Denpasar Selatan terpaksa harus melepaskan tembakan dengan tima panas pada bagian kaki kedua tersangka yakni Afrizal alias Rizal (31) pedagang baju bekas asal Indralaya, Palembang Ferdiansyah Rihan (34) saat hendak kabur dari kepungan aparat di sebuah penginapan di kawasan Kuta pada, Minggu (8/10) sekitar pukul 22.00 Wita.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Bangkit Dananjaya menjelaskan bahwa kedua tersangka ini hendak kabur saat mau ditangkap petugas.  Afrizal yang merupakan otak dari pencurian spesialis rumah kosong ini memang mengaku dari Palembang datang ke Bali untuk mencuri. Dan sasarannya adalah rumah kosong yang ditinggal pemiliknya.

“Mereka datang dari Palembang penerbangan tanggal 7 Oktober sore, nginap dulu semalam di Kuta dengan tarif Rp250 ribu per malam, baru esoknya mereka beraksi di Polresta Klungkung 3 TKP, dan satu di TKP Densel di Perum Southernland Regency Blok I, No.1, Jalan Kerta Lestari dengan korban atas nama Leli Armayani seorang advokat, sekira pukul 11.00 wita, total 4 TKP,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan pada, Selasa (10/10).

Selain kedua tersangka, petugas juga membekuk Untung (25) pekerjaan sopir, dan Kiy Agus Aidil Fitri (43), yang mengaku diajak Afrizal ke Bali hanya untuk mencuri. Dari olah TKP pihaknya langsung mendapatkan ciri-ciri pelaku dan langsung melakukan penangkapan di Penginapan di Kuta. Afrizal yang merupakan otak pencurian merupakan residivis Polresta Palembang kasus penjambretan tahun 2007.

“Sasaran mereka adalah rumah kosong, dengan cara melihat pintu rumah tergembok jadi linggis kuning dipakai untuk mencongkel gembok dan obeng besar dipakai untuk mencongkel pintu, rata-rata 15 menit saja mereka ambil barang ini spealis profesional,” ujarnya.

Peran Afrizal dan Ferdiansyah katanya memantau situasi. Berdasarkan keterangan korban pada saat kejadian, Minggu (8/10) sekira pukul 14.00 wita, korban sekeluarga tengah pergi ke Kuta untuk berkunjung ke rumah temannya, lalu sekira pukul 16.00 wita korban pulang namun singgah dulu makan di Coffe Bali, Sanur. Sesampai di rumah pukul 18.00 wita dilihatlah rumah dalam keadaan tercongkel kemudian melihat isi rumah sudah berantakan dan barang-barang milik korban sudah hilang dengan kerugian hingga Rp200 juta.

Adapun barang yang hilang adalah antaralain, dokumen kerja, pasport suami korban atas nama Anthony John Reidpath, Laptop merk XP, kamera putih, uang terdiri dari uang rupiah, dollar Amerika, dollar Singapore.

Namun keempat pelaku memiliki peran yang berbeda-beda saat beraksi. Karena limit waktunya terbatas, semua barang hasil curian tersebut belum sempat dijual. Dan rencananya semua barang hasil curian tersebut akan dibawa ke Palembang.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan polisi yakni, 1 laptop Asus hitam, 1 laptop merk Accer wrna hitam, 1 laptop merk dell warna hitam 1 notebook merk Toshiba, 1 buah Ipad warna putih, 1 buah Samsung Tab warna putih, 1 notebook merk Accer wrna biru dongker, 1 Hp merk Samsung putih, 1 buah Iphone 4 warna hitam, 1 buah Hp Samsung warna putih, 1 buah kamera merk Samsung warna putih, 1 buah jam tangan merk Nautica, dan berbagai macam perhiasan emas yang berbentuk kalung emas kombinasi tali warna biru, gelang emas, gading gajah berbentuk gelang. Sementara alat yang dipakai 3 buah obeng besar merk TEKIRO warna hijau, dan 1 buah linggis kecil merk Prohex. Akibat perbuatannya pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (SB-rio)

Comments

comments