redaksi

“RANG-RANG” Nusa Penida

“RANG-RANG” Nusa Penida
Decrease Font Size Increase Font Size Text Size Print This Page
IMG_0356

Kain Rang Rang

SULUHBALI.CO, Denpasar — Berbagai macam kerajinan yang dihasilkan didaerah Bali terutama kerajinan kain tenun tradisional. Salah satunya adalah kain tenun khas kec. Nusa Penida, Kab. Klungkung yang biasa disebut kain “Rangrang”. Kain Rangrang dibuat di Desa Karang.

Para penduduk memproduksi kain ini, sebagai penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti kain tenun pada umumnya, kain tenun rangrang ini digunakan sebagai perlengkapan pada upacara adat.

Pada proses pembuatannya, kain tenun rangrang menggunakan teknik ikat tunggal. Ciri khas kain ini adalah warna dasarnya merah atau kuning.

Keunikan dari kain tenun rangrang ini adalah selalu terdapat garis putih. Garis ini disebut pangoh taji, yaitu pisau yang digunakan ayam petarung pada acara sabung ayam.

Bahan yang dipakai untuk pembuatan kain ini adalah perpaduan dengan wol dan sutra. Dimana pembuatannya juga dengan ditetnun dan memerlukan waktu yang cukup lama.

Harga untuk satu lembar kain ini berkisar Rp.800.000-Rp.1.000.000. tergantung lebar dan pajang kain tersebut. Selain  dalam upacara keagamaan di Bali, kain ini bisa juga di aplikasikan di bidang fasion. Yaitu bisa dipakai berbagai macam baju dan rok.

Jadi kain ini bisa dikreasikan sesuai kemauan. Kain ini menjadi primadona dikalangan kaum hawa. Karena bentuknya yang unik dan bisa dipakai berbagai macam pakain wanita yang membuat para kaum hawa menjadi lebih menawan dan cantik.

Selain kain rangrang,Nusa Penida juga mempunyai kain tenun yang lainnya seperti kain cepuk yang tak kalah terkenalnya dengan kain rangrang.

 

(SB-Putra)