Berharap Bisa Produksi Sendiri

90

Misaji saat menjual kembang gulanya (foto-ari)

SULUHBALI.CO, Denpasar— Perjuangan hidup yang berat tetapi membanggakan dirasakan Misaji (70) asal jember ini, dalam mencari sesuap nasi di perantauan, (2/1).

Misaji yang usianya sudah 70 tahun ini masih semangat dalam mengais rejeki ditengah-tengah kerasnya hidup. Ia yang sehari-hari kerjaannya menjual manisan kembang gula berkeliling dengan menggunakan sepeda gayung tak pernah kenal lelah.

Barang yang dijajakannyapun bukan Ia produksi sendiri, melainkan diambil di pengefull kembang gula. Misaji hanya mendapatkan untung 1.000 rupiah perbungkusnya, sedangkan untuk perharinya Ia hanya mampu menjual 20-30 bungkus dan itupun Ia lakukan dari pagi hari hingga malam tiba.

Dalam kondisi seperti ini, Misaji hanya bisa mensyukuri berapapun yang Ia dapatkan. “Yang penting saya bisa beli makan dan membayar sewa kontrakkan kecil saya,” Ujarnya.

Bapak yang hidup sebatangkara ini memang merantau ke Bali guna mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Ia mengaku bangga dan menjadi orang yang berguna walau pekerjaannya hanya sebagai pedagang kembang gula keliling. “Saya tetap berusaha kerja walau umur saya semakin tua, yang penting saya tidak mengemis/minta-minta,” tegasnya.

Profesi ini sudah Misaji lakukan 20 tahun lamanya, Ia sangat mengharapkan dengan hasil yang Ia dapatkan bisa membeli mesin pembuat kembang gula, agar dirinya tidak perlu berkeliling lagi menjajakan barang yang milik orang lain ini.

“Dengan saya punya mesin dan memproduksi sendiri, kan bisa juga membantu orang-orang yang membutuhkan pekerjaan,” harapnya. (SB-Eny)

Comments

comments

Comments are closed.