Berawal Hujan Deras dan Angin Kencang, Kini Nama Bayu Cuaca Kian Bersinar

388

SULUH BALI, DenpasarPenyanyi bernama Bayu Cuaca kian diperhitungkan dalam belantika musik Bali meskipun kepopulerannya baru muncul tahun 2014. Nama Bayu Cuaca muncul terbilang cukup unik dimana berawal dari  lagu hujan deras dan angin kencang yang ia bawakan pada sebuah acara.

“Nama Bayu Cuaca muncul ketika di Komunitas Pojok saya membawakan dua lagu yang berjudul hujan deras dan angin kencang yang ahirnya salah satu teman memberi nama Bayu Cuaca,” ungkapnya kepada SuluhBali.co di Waroeng Chanel, Renon, Minggu, (21/5/2016).

Karir dalam bermusik pria bernama asli I Nyoman Bayu Juniartha sudah dimulai sejak SMA, namun kemudian memilih berjalan bersolo karir.

Bayu Cuaca memulai menulis lagu sejak tahun 2009 dan ahirnya merampungkan album solo perdananya yang berjudul Prakiraan Cuaca pada tahun 2014 dengan lagu andalan Hujan Deras dan Angin Kencang.

“Saya menulis lagu tahun 2009 tapi direkam dan mengeluarkan album tahun 2014,” ujar pemuda asal Sawan, Buleleng ini.

Setelah merilis album pertama, pria yang merupakan alumni Institut Seni Indonesia Denpasar jurusan fotografi  kembali mengeluarkan single berbahasa Bali berjudul Tunangan Langka.

Lagu Tunangan Langka yang dipublikasi melalui chanel youtbe dan media sosial ini mampu menarik perhatian hingga mempopulerkan dan melambungkan nama Bayu Cuaca.

Berkat single tunangan langka yang kini bergitu populer di publik masyarakat Bali, Bayu Cuaca mendapat banyak undang manggung keliling Bali.

Kini pemuda yang masih menempuh program Magister (S2) Penciptaan Seni pada Pascasarjana ISI Denpasar, tahun 2016 ini kembali merilis sebuah single berjudul Jerawat yang bisa disaksikan melalui akun youtube resminya di https://www.youtube.com/watch?v=wFw5t1d4uCs (SB-Skb)

Comments

comments