Berawal Dari Melukis Dikertas

321
Komang Darmawan saat membuat karya pada salah satu pelanggannya (foto-putra)
SULUHBALI.CO, Denpasar – Dari seni lukis di kanvas dan kertas sekarang berkembang menjadi seni lukis di tubuh atau biasa disebut dengan tato.
Apa yang terlintas difikiran anda kalau mendengar kata tato? Pasti yang anda fikirkan adalah kriminal, preman, dan fikiran negatif lainnya.
Sesungguhnya tato merupakan seni lukis, tetapi media yang dipergunakan bukanlah kertas, kanvas, dan media lainnya tetapi menggunakan media  tubuh manusia. Tato tidak tidak bedanya dengan seni lukis biasanya.
Memulai dari hoby melukis di kertas, itu yang terjadi pada seniman tato Komang Darmawan yang biasa disapa Ableh ini memulai menggeluti seni tato sejak tahun 2006. Tidak ada belajar khusus, Ia mengaku belajar secara otodidak. “Awalnya saya senang menggambar di kertas semenjak saya duduk dibangku SD,” tutur Ableh.
Sebelum mempunyai alat tato seperti sekarang, sebelumnya dirinya merakit sendiri alatnya. Setelah menabung beberapa bulan, barulah bisa membeli alat tato yang bagus dan standar bagi artis tato.
Ia mengatakan sebagian besar artis tato di Bali dan Indonesia merupakan lulusan dari sekolah seni, tetapi Ableh hanya diawali dari hoby melukis. “Saya sebelumnya belajar seni ttto dari senior-senior saya dan ada juga  belajar dari internet,” kata pria asal Banjar Julingan, Desa Tanglad, Nusa Penida ini.
Diterima Masyarakat
Menurut Ableh seni tato sekarang sudah mulai diterima dimasyarakat. Ini terbukti dari orang bertattoo tidak dianggap lagi kriminal, tetapi lebih dilihat disisi seninya.
Ableh juga sudah aktif dalam organisasi atau club tattoo di Bali. Salah satunya Ia tercatat sebagai anggota Bali Tatto Artist Club (BTAC). Ini merupakan club tattoo terbesar di Bali. Ia juga masih tercatat menjadi anggota Sanur Tattoo Community (STC).
Dengan  ikut dalam club dan perkumpulan seperti ini, dirinya bisa saling bertukar fikiran dan pengalaman dengan sesama seni tato yang ada di Bali. Baik dalam perkembangan tato dan teknik-tekniknya.
Saat ini dirinya masih kesulitan di dalam pendanaan untuk mengembangkan bakat dan usahanya menjadi artis tato. Ia mengatakan saat ini dirinya membuka studio tato ditempat kontrakannya di jalan Tukad Nyali gang Giok, Sanur. Walaupun belum memiliki studio khusus saat ini, dirinya sudah menggunakan alat tato standar dan mengutamakan kebersihan alat-alat tatonya. Seperti jarum yang digunakan dan perlengkapan yang lainnya.
Kedepannya Ia berharap agar usahanya dalam seni ini bisa terus berkembang dan dirinya berkeinginan untuk memiliki studio tato khusus bukan seperti sekarang. “Saya berharap kalau ada dana dan rezeki, saya berkeinginan untuk memiliki studio, bukan di rumah seperti ini,” tegas bapak satu anak ini.
Ia juga berharap agar seni tato bisa lebih diterima di masyarakat, jangan terus dipandang sebelah mata. “Tato itu bukan kriminal, tetapi tato itu adalah seni lukis yang dituangkan ditubuh manusia,” tutup pria yg memiliki tato dikepala ini.(SB-Putra)

Comments

comments