Bendesa Adat Tanjung Benoa 3 Kali Diperiksa Polisi | Penyerobotan Lahan Tahura

584
Bendesa Adat Tanjung Benoa I Made Wijaya, SE di Polda Bali (foto rio).

SULUH BALI, DENPASAR – Bendesa Adat Tanjung Benoa I Made Wijaya, SE alias Yonda sudah tiga kali menjalani pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Bali. Status Yonda masih sebagai saksi. Yonda diperiksa Polda Bali dalam dugaan kasus penyerobotan lahan Tahura Ngurah Rai dan penebangan hutan mangrove di kawasan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung beberapa waktu lalu.

Kanit I,  Subdit IV Ditreskrimsus Polda Bali,  Kompol, I Ketut Soma Adnyana, SH saat ditemui di Polda Bali menjelaskan jika Polda Bali membutuhkan waktu dan proses  untuk menjadikan sesorang menjadi tersangka karena perlu alat bukti yang bisa mendukung. Semua ada proses dan mekanisme yang diatur dalam KUHP sehingga polisi mesti hati-hati dan profesional dalam bekerja.

Menurutnya, dalam UU No 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengerusakan Hutan, batas waktu penyidikan (sidik) 90 hari. Teknik penanganan kasus, dimaksimalkan dalam proses penyelidikan. “ Penyelidikan itu bermaksud, untuk mencari ada peristiwa pidana atau tidak. Kalau sudah ada pidana, baru menentukan, siapa yang bertanggung jawab dan siapa pelakunya. Setelah itu baru ada tersangka,” ujarnya.

Dia menambahkan hingga saat ini pihaknya masih masih melakukan lidik, namun kasus ini sudah diblow up terus oleh media hingga membuat pelaku pelanggaran bisa menyiapkan senjatanya untuk strategi berikutnya karena mereka sudah membaca di media. “Proses ini masih lama, dan batas waktu sidik 90 hari. Jadi masih panjang. Yang terpenting, kita maksimalkan di penyelidikan untuk mengetahui siapa pelaku yang bertanggung jawab,”ujarnya.

Beberapa waktu yang lalu yakni pada Jumat (7/4) lalu, Yonda yang diperiksa untuk ketiga kalinya oleh penyidik Polda Bali.  Ia dicerca dengan beberapa pertanyaan seputar penyerobotan lahan Tahura selama kurang lebih 2,5 jam.

Yonda datang ke Polda Bali pada pukul 13.00 wita dtemani sekretaris II Desa Adat setempat, Made Berata untuk menyerahkan berkas sekaligus menjalani pemeriksaan yang ketiga kalinya. Anggota Dewan Badung dari Fraksi Gerindra ini meninggalkan ruangan penyidik pada pukul 15.30 wita. (SB-Rio) 

 

Comments

comments