BEI Berikan Edukasi Mengenai Bursa Efek Bagi Tamatan S1

183
Head of Capital Market Information Centre-Denpasar Marketing Division, I Gusti Agung Alit Nityaryana (kiri) saat memberikan pemaparan. |foto-ijo|

SULUH BALI, Gianyar – Untuk mempermudah penyerapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal khususnya dalam bidang industri pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan program edukasi mengenai bursa efek khususnya bagi mereka yang baru saja menyelesaikan pendidikan S1.

Pasalnya, selama ini industri pasar modal di Indonesia merasa sangat kesulitan dalam menyerap sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan di bidang pasar modal.

“Makanya kami membuat program bagi mahasiswa yang baru lulus atau fresh graduate untuk mengikuti on the job program dengan IPK minimum 3, bisa ikut program latihan di bursa maupun industri pasar modal lainnya,” Head of Capital Market Information Centre-Denpasar Marketing Division, I Gusti Agung Alit Nityaryana, Jumat (11/12/2015).

Program tersebut, bertujuan untuk menumbuhkan pengertian dan pengetahuan pemuda Indonesia terhadap keberadaan industri pasar modal yang baru saja diluncurkan pada bulan November 2015 oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla secara serentak.

Dengan harapan, para mahasiswa yang telah mendapatkan edukasi ini nantinya mampu mensosialisasikan tentang bursa efek di lapangan dan target untuk mengembangkan industri pasar modal di Indonesia dapat tercapai.

“Sebenarnya industri pasar modal bisa berkembang kalau banyak orang yang mengerti tentang pasar modal. Tidak hanya investor saja, tapi juga untuk orang yang bekerja di dalamnya. Untuk itu kami membuat program seperti ini, dengan tujuannya, pertama untuk menciptakan SDM mumpuni dan kuat di pasar modal.

Mereka sebelumnya harus mengikuti program ini selama satu setengah tahun.  Harapannya 6 bulan berikutnya mereka bisa on the job di industri pasar modal. Kemudian begitu selesai mereka akan ditempatkan di industri pasar modal seperti di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lalu setelah pelatihan ini, ketika di lapangan jabatan mahasiswa ini akan langsung diposisi asisten manager. Jadi pendapatannya akan meningkat,” ungkapnya.

Alit menyebutkan saat ini, sudah ada 3.000 orang pelamar yang ingin mengikuti program dari BEI ini. Namun pihaknya akan melakukan seleksi dari jumlah ini, sampai terfilterisasi hingga 30 orang untuk seluruh Indonesia setiap tahunnya.

Sehingga peserta yang nantinya berhasil lolo dalam seleksi bisa meningkatkan kepesertaan masyarakat dan investor dalam industri pasar modal. Selain itu, harapannya juga agar mahasiswa terpilih ini bisa menyebarkan informasi yang lebih dalam terkait keberadaan pasar modal.

“Disamping itu sekuritas-sekuritas ataupun dana pensiun yang butuh tenaga kerja untuk di pasar modal bisa banyak tersedia. Sehingga industri pasar modal tidak kesulitan mencari tenaga kerja. Ujung-ujungnya industri ini bisa berkembang,” ujarnya. (SB-Ijo)

Comments

comments