Bayar Kaul, Pasangan Pengantin “Megayot”

507

Pasangan pengantin yang sedang “Megayot”. |foto-ariputra|

 

SULUHBALI.CO, Denpasar – Janji memang harus ditepati, mungkin itu sekilas gambaran ketika melihat pernikahan I Putu Ardita dengan Ni Made Juwita Dwi Ulandari di Br. Padang Tegal Kelod, Ubud yang mendapat keberuntungan digayot (Digotong) pada saat hari pernikahannya. Hal tersebut dilakukan oleh STT. Padang Tegal Kelod yang membayar sesangi (kaul) atas janjinya. Sabtu (5/7/2014).

Sesangi (kaul) itu dibayar oleh pemuda Br. Padang Tegal Kelod, Ubud dengan menggayot (menggotong) pasangan pengantin dari Balai Banjar Padang Tegal Kelod, Ubud sampai dirumah pengantin. Bak Raja dan Ratu pasangan berbahagia yang digayot menuju rumahnya itu yang sontak mengundang riuh warga sekitar dan para turis yang berada diseputaran jalan tersebut, hingga sebagian dari mereka mengabadikannya lewat kamera ponsel.

Perjalanan pasangan pengantin yang digayot ini juga diiringi oleh gambelan Baleganjur dan para pemuda yang mengenakan pakaian Patih (tokoh dalam pewayangan).

Menurut keluarga, hal seperti membayar kaul sering terjadi, karena itu merupakan janji sebelum mempelai menikah dan harus ditepati saat kedua mempelai menikah.

“Kalau sesangi memang harus dibayar, dan kali ini pemuda disini yang mesesangi untuk menggayot pengantin pada saat hari pernikahan,” ungkap Dek Ambah ayah dari Putu Ardita. (SB-Lik)

 

Comments

comments

Comments are closed.