Ketua Bawaslu Bali Rudia di kantornya (foto rio).

SULUH BALI, DENPASAR – Ketua Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Rudia menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memutuskan apakah Profesor Doktor Made Subawa melanggar peraturan atau tidak. Menurutnya, meski Prof Subawa telah dimintai keterangan namum belum bisa disimpulkan karena masih mengumpulkan informasi. ” kalau putusan itukan berarti barangnya sudah jadi. Tetapi kita masih mengumpulkan informasi informasi,” ujarnya. Rudia menegaskan bahwa Prof Subawa  memberikan jawaban yang normatif saat diperiksa di kantor Bawaslu pada, Rabu (28/3).

Ketua Bawaslu menjelaskan jika dari hasil pemeriksaan tersebut nantinya ditemukan terbukti ada kemungkinan Prof Subawa akan dipanggil lagi. Pemanggilan tersebut untuk meminta klarifikasi terkait dengan temuan tersebut. Namun untuk saat ini, kata dia, Bawaslu masih mengumpulkan bukti -bukti seperti yang diberitakan di media massa.

Kepada Bawaslu Prof Subawa menjelaskan bahwa apa yang dibicarakannya waktu itu sesungguhnya bahan-bahannya diperoleh dari panitia penyelenggara. Selain itu, dirinya diberi barat waktu berbicara oleh panitia. “Tetapi sekilas beliau (Prof Subawa) dalam acara tersebut menyerembet dan sebagainya, dia bilang itu sesuatu yang manusiawi,” ujar Ketut Rudia.

Saat diperiksa, Prof Subawa menegaskan jika dirinya berbicara tidak sedang menyimpulkan hasil pemaparan visi dan misi dari salah satu pasangan calon. Namum untuk memastikan apakah Prof Subawa melanggar atau tidak, Bawaslu mengacu pada peraturan yang berlaku.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa Prof Subawa diperiksa selama 3 jam di Bawaslu Provinsi Bali. Pemeriksaan tersebut terkait dengan adanya dugaan ucapan yang disampaikan oleh tiga guru besar unud beberapa waktu lalu yang dinilai menguntungkan salah satu paslon.

Dalam pemeriksaannya, Profesor Dr. Made Subawa membantah jika dirinya mendukung salah satu pasangan calon gubernur dari nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Arta Ardana Sukawati (Koster-Ace). Hal tersebut disampaikan Prof Subawa usai diperiksa selama tiga jam di Bawaslu Provinsi Bali pada, Rabu (28/3).

Prof. Subawa menjelaskan dirinya tidak pernah mengatakan Koster layak jadi gubernur seperti yang dilansirkan di media. “Sayakan sebagai panelis harus netral, tidak boleh mendukung pasangan calon mana pun,” ujarnya saat ditanya wartawan.

Menurutnya, apa yang disampaikannya waktu itu sesungguhnya tidak sedang mendukung salah satu paslon. “Saya tidak mengatakan itu (koster layak jadi gubernur, red),” ujarnya.

Namun, Prof Subawa tetap minta maaf apabila ada pernyataan tersebut. “Jika memang ada (pernyataan) sebagai manusia biasa pasti saya minta maaf,” ujarnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, ketua Bawaslu Provinsi Bali, Ketut Rudia mengatakan pihaknya akan mengumpulkan dulu semua hasil pemeriksaan dan kemudian baru disimpulkan. “Jika memang ada pelanggaran baru kita panggil lagi untuk diperiksa,” ujarnya. (SB-Rio)

Comments

comments