Pelaku saat diamankan beserta barang bukti. |foto-ijo|

SULUH BALI, Mangupura – Penumpang Singapore Airlines, Goh Thiam Ann Desmond (42) berkewarganegaraan Singapura diamanken petugas Bea dan Cukai Ngurah Rai karena kedapatan membawa Narkoba yang disembunyikan di dalan dompet berwarna hitam pada hari Jumat tanggal 30 September 2016 lalu.

Goh yang diketahui berprofesi sebagai Cabin Crew salad satu maskapai ini, tiba di Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 21.30 WITA dengan pesawat Singapore Airline SQ-948 rate Singapore — Denpasar yang hendak berlibur selama satu minggu di Bali.

Terhadap barang bawaan tersangka dilakukan pemeriksaan mendalam oleh petugas Bea & Cukai Ngurah Rai A ruang pemeriksaan setelah dicurigai oleh petugas dan clilaksanakan prosedur pemeriksaan barang bawaan penumpang menggunakan mesin X-Ray & Ion Scan.

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata, Goh kedapatan membawa Methamphetamme berbentuk kristaI bening seberat 1,47 (satu koma empat puluh tujuh) gram brutto dalam 1(satu) plastik klip Dan MDMA dalam 1 plastik klip berisi 2 (dua) butir tablet berwarna hijau-merah muda dengan berat 1,01 (Bats koma not satu) gram brutto beserta kemasan pembungkus dan 1 plastik klip berisi 2 (butir) tablet berwarna hijau-kuning dengan berat 1,08 (satu koma nol delapan) gram brutto beserta kernasan pembunvgkus.

“Penumpang ini datang seperti biasa. Waktu pemeriksaan barang yang harusnya di laporkan ternyata dia tidak laporkan. Waktu diperiksaan barang melalui x-ray kita menemukan benda yang mencurigakan setelah kita periksa ternyata itu Bong (alat hisap shabu). Ternyata dia menyimpan narkoba,” kata Kepala Kantor Bea dan Cukai Ngurah Rai, Budi Harjanto, Selasa (04/10/2016).

Budi menyebukan, saat diamakan Goh diketahui sedang tidak bertugas dan datang ke Bali  hendak berlibur ke Bali salama satu minggu. “Dia (Goh) ini sedang tidak bertugas dan berencana akan berlibur selama satu minggu di Bali,” tambahnya.

Atas perbuatannya tersebut tersangka diduga melanggar pasal 113 ayat (1) Undang-Undang Nornor 35 Tatum 2009 tentang Narkotika dan diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lam 15 (lima betas tahun) dan pidana denda paling sedikit Rp 1.000.000.000 (satu milyar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000 (sepuluh milyar rupiah).

Tersangka berikut barang bukti kemudian diserahterimakan kepada pihak Kepolisian guna proses penyidikan lebih lanjut. (SB-ijo)

Comments

comments