Batik Air Delay, Karena ada Penumpang Ngaku Bawa Bom

607
ilustrasi.

SULUH BALI, Kupang — Maskapai penerbangan Batik Air yang hendak terbang dari Bandara El Tari Kupang menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Sabtu pagi, dinyatakan aman dari ancaman bom. Namun, jadwal penerbangan pesawat ini terpaksa delay beberapa jam, karena harus diperiksa tim Gegana.

“Satuan Gegana Brimob Polda Nusa Tenggara Timur sudah menyisir seluruh badan pesawat, setelah otoritas keamanan bandara menahan salah seorang pria yang mengaku membawa bom ke dalam badan pesawat,” kata Komandan Pangkalan Udara El Tari Kupang Kolonel Pnb Andi Wijaya kepada para wartawan di Kupang, Sabtu (26/12/2015).

Danlanud El Tari mengatakan setelah pria benama Endang Hendri Susandi (28) mengaku membawa bom ke dalam pesawat, Satuan Gegana Brimob Polda NTT langsung meluncur ke Bandara El Tari Kupang untuk melakukan penyisiran ke seluruh badan pesawat.

“Tim Gegana tidak menemukan adanya bom di pesawat tersebut. Pria asal Sukabumi, Jawa Barat yang mengaku bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) itu, sedang dalam proses interogasi oleh otoritas keamanan bandara,” katanya.

Andi menjelaskan pria yang mengaku membawa bom itu sudah ditahan oleh aparat keamanan bandara bersama dua orang rekannya yang hendak berlibur di kampung halamannya di Sukabumi, Jawa Barat.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, Endang bersama dua orang rekannya hanya membawa baygon semprot. Karena diperiksa terus menerus oleh pihak keamanan bandara, salah seorang rekannya langsung menyebut bom,” katanya.

Danlanud El Tari mengatakan Endang bersama dua orang rekannya langsung diturunkan dari pesawat oleh pihak keamanan bandara untuk diinterogasi lebih lanjut.

Komandan Satuan Brimob Polda NTT Kombes Pol Dadang Raharja mengatakan pemeriksaan sedang dilakukan di seluruh badan pesawat mulai dari toilet pesawat, tempat duduk penumpang, bagasi serta daerah-daerah yang dianggap sebagai lokasi rawan diletakannya Bom.

“Walaupun dari pemeriksaan awal terhadap Endang tidak ditemukan bom, pemeriksaan pesawat tetap dilaksanakan, untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang bakal terjadi,” katanya. (SB-ant)

Comments

comments