Batam Target 2,5 Juta Wisatawan

Pemerintah Kota Batam (kanan) saat Memberikan Penjelasan kepada Rombongan Press Tour. (foto-rk)

SULUH BALI,  Batam –Disamping sebagai daerah industri,  Batam juga terus mengembangkan sektor pariwisata.  Bahkan mentargetkan jumlah kunjungan sebanyak 2,5 juta setahun.

Hal itu disampaikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Batam, Gintoyono Batang,  mewakili Wakili Walikota Batam,  Muhammad Rudi,  saat menerima rombongan press tour Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali bersama media di kantor Walikota Batam (15/3/2017).

Ia pun menjelaskan,  saat ini industri di Batam juga mengalami sedikit kelesuan akibat ekonomi dunia yang melemah. Terutama harga minyak,  karena di Batam banyak berdiri industri perminyakan. “Untuk itu kita akan fokus juga untuk menggarap sektor pariwisata ini.  Dengan cara terus memperbaiki infrastruktur,  rumah sakit dan sebagainya, “ ia menjelaskan.

Potensi Batam juga sangat besar dan secara geografis sangat strategis.  “Batam secara geografis letaknya sangat dekat dengan Singapore maupun Malaysia.  Jarak Batam – Singapore dengan kapal laut ditempuh hanya sekitar 45 menit.  Batam – Malaysia ditempuh sekitar 1 jam 15 menit,” ungkap laki-laki berdarah Makasar yangngaku terkesan dengan pariwisata Bali ini.

Kota Batam sebagai kawasan industri dan pariwisata. (foto-rk)
Kota Batam sebagai kawasan industri dan pariwisata. (foto-rk)

Disamping itu,  Batam juga memiliki kekayaan luas laut maupun pulau-pulau yang tersebar dengan panorama pantainya yang indah. “Batam luasnya 400 ribu hektar.  Berpenduduk 1,3 juta jiwa.  Terdiri dari 100 ribu hektar daratan,  300 ribu hektar laut.  Dan mmemiliki pulau sebanyak 300 buah. Makanya masih banyak yang bisa dikembangkan.  Selama ini wisatawan yang datang ke Batam biasanya berburu kuliner seafood.  Atau wisata belanja, “ jelasnya.

Memang di Batam saat ini telah berdiri begitu banyak hotel, restaurant maupun pusat-pusat perbelanjaan yang besar dan megah.  Bahkan di banyak tempat terlihat adanya pembangunan hotel-hotel maupun pembangunan apartement.  Fasilitas tersebut disediakan untuk wisatawan,  ekspatriat maupun karyawan yang banyak bekerja di kawasan industri.

Kelancaran dan geliat ekonomi di Batam juga ditunjang Bandara Internasional Hang Nadim,  5 pelabuhan kapal laut internasional Batam – Singapura atau Batam – Malaysia.  Arus investasi mengalir deras karena adanya kemudahan untuk berinvestasi disana.

Melihat kawasan industri Batamindo yang luas di Batam, kita bisa saksikan berjejer perusahaan-perusahaan besar asal Jepang,  Tiongkok,  Korea, Eropa, Amerika dll. Yang tentu menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. “Di Batamindo ini kebanyakan perusahaan-perusahaan elektronik,  manufaktur yang untuk expor, “ jelas tour guide yang mendampingi rombongan ke kawasan Batamindo.

Turut serta mendampingi rombongan press tour Biro Humas dan Protokol Setda Prov. Bali bersama media, Asisten Administrasi Umum Pemprov. Bali I Gusti Ngurah Alit,  Kasubag Data dan Dokumentasi Biro Humas dan Protokol Ida Bagus Surya dan Kasubag Media Biro Humas dan Protokol Pemprov.  Bali Ketut Yadnya Winarta.  (SB-Rk).

Comments

comments