Bareng Beli Narkoba | Pasangan Selingkuh Di Tabanan Ditangkap Polisi

561
Pasangan selingkuh ditunjukan ke polisi karena punya narkoba (foto rio).

SULUH BALI, TABANAN  –  Pasangan selingkuh yang masing-masing sudah punya anak, akhirnya sama-sama masuk penjara karena memiliki narkoba jenis sabu. Satresnarkoba Polres Tabanan, Kamis (19/5/2016) lalu. menangkap keduanya di tempat terpisah dan ditemukan 9 paket sabu dengan berat total 2,73 gram bruto.

Wakapolres Tabanan, Kompol Leo Martin Pasaribu Selasa (24/5/2016) siang kemarin  kepada wartawan menjelaskan bahwa  tersangka I Made SUB (44) warga Banjar Dinas Dauh Pangkung, Desa Tista, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, dibekuk di sebuah kamar nomor 15 Pondok Wisata Budaya Sari, Banjar Subamia Kelod, Desa Subamia, Tabanan.

Penangkapan terhadap pelaku oleh petugas berkat adanya informasi dari masyarakat setelah tempat tersebut diduga sering digunakan sebagai tempat transaksi narkoba. “Setelah kami melakukan penyelidikan kami akhirnya melakukan penggeledahan di kamar yang ditempati oleh pelaku dan berhasil kita temukan barang bukti berupa satu buah pembungkus rokok berwarna putih yang didalamnya terdapat satu plastik klip sabu seberat 0.31 gram bruto dan satu plastik klip sabu seberat 0.31 gram bruto, satu alat hisap sabu dan korek gas yang disembunyikan didalam kompor gas,”  ujar Leo Pasaribu.

Saat diinterogasi oleh polisi, pelaku mengaku jika dirinya masih menyimpan 7 plastik klip sabu seberat 2,11 yang disimpan disela-sela tanaman hias yang ada di jalan masuk Pondok Wisata tersebut. “Pelaku juga mengaku jika barang bukti sabu tersebut dibelinya bersama-sama teman dekatnya atas nama ARI (43) yang tinggal di Perum Graha Candra Asri, Desa Meliling, Kerambitan,” sambung mantan Kabag Ops Polresta Denpasar ini.

Untuk proses lebih lanjut, kedua pelaku akhirnya dibawa ke Mapolres Tabanan. Selain itu,  kepada polisi kedua pelaku ini mengaku mendapatkan barang haram tersebut dengan cara memesan lewat SMS kepada seseorang di Denpasar seharga Rp 1,8 juta. Polisi juga tengah mendalami apakah keduanya hanya pengguna atau juga pengedar narkoba. “Selanjutnya kedua pelaku disangkakan pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara 5 sampai 20 tahun,”  tutupnya (SB-Rio)

 

Comments

comments