Banjir Bandang | Bedugul – Pancasari Lumpuh, Panen Gagal

592
Kebun sayur yang rusak di Pancasari dan Jalur Pancasari - Bedugul yang tertimbun material longsoran (foto expresi kontroversi dan BPBD Tabanan).

SULUH BALI, Tabanan – Kawasan Bedugul dan Pancasari yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Buleleng dengan Kabupaten Tabanan, kembali lumpuh, akibat bencana banjir dan tanah longsor, sejak dini hari, Jumat (10/2/2017). Selain membuat jalan lalu lintas terputus, banjir ini juga merusak tanaman milik para petani yang direncanakan segera panen.

Menurut informasi yang berhasil di kumpulkan www.suluhbali.co dari aparat kepolisian pada hari Kamis, 9 Februari 2017 terjadi banjir dan tanah longsor di wilayah banjar Candikuning Baturiti, Tabanan. Ada beberapa titik longsoran, antara lain :

Tanah Longsor berupa dari bukit setinggi 20 meter yg berada di barat jalan utama jurusan Denpasar menuju Singaraja, dekat rumah makan Mentari, longsoran materialnya berupa tanah dan pepohonan yg menutupi badan jalan seluruhnya setinggi 3 meter, tidak ada korban jiwa maupun material.

Kemudian ada banjir bandang menerjang perumahan penduduk di banjar Candikuning I milik Putu Wendra dengan kerugian material berupa tembok rumah jebol, dapur jebol dan 1 unit spm tertimbun.

Banjir juga menghanyutkan bangunan berupa dapur rumah dan garase milik Endang di banjar Bukit Catu dengan kerugian bangunan rumah dan 1 unit sepeda motor merek Vario yang hanyut ke sungai.

Banjir juga menghanyutkan rumah H. Karmun di banjar Bukit Catu dan mengalami kerugian material.

Banjir menghanyutkan sebagian bangunan rumah dan tembok milik Puja banjar Bukit Catu. Begitu pula Warung milik Sarma.

Akibat ditimbulkan tanah longsor dan banjir bandang tersebut, arus lalu lintas Denpasar menuju Singaraja, maupun sebaliknya tidak bisa dilalui kendaraan roda 2 dan roda 4. (SB-wan/bpbd/polrestabanan)

Comments

comments