Bandara Ngurah Rai Tingkatkan Pengamanan Libatkan Geganan dan Pecalang

392

SULUH BALI, Mangupura – Sesuai surat edara Dirjen Perhubungan Bandara terkait dari status Bandara dari hijau dari kuning. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai meningkatkan pengamanan dengan melibatkan, Avicition Security Airport, TNI AU, Brimob, Geganan hingga pengamanan tingkat Desa (Pecalang).

Co GM Angkasa Pura I, I Gusti Ngurah Ardita menjelaskan Meskipun saat ini sudah ada standarisasi pengamanan di kawasan Bandara (Airport Security Programe) sudah berjalan sebagaimana mestinya. Selain petugas keamanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai melakukan optimalisasi koordinasi dan sinergitas dengan aparat keamanan lain seperti polisi dan pecalang dan personel TNI Angkatan Udara yang bertugas di Pangkalan Angkatan Udara Ngurah Rai disiagakan dalam tim pengamanan bandara pasca-teror di Paris beberapa waktu lalu.

“Sesuai dengan surat edaran dari Direktorat Jendral Per‎hubungan Udara  tentang peningkatan pengamanan dari kondisi hijau menjadi kuning. Sehingga dari langkah tersebut kita diinstruksikan untuk membentuk pos terpadu dengan unsur dari kepolisian, TNI AU hingga pengamanan tingkat Desa atau Pecalang yang berasal dari Desa Adat Kelan dan Desa Adat Tuban yang berada di dekat bandara dan Avicition Security tingkat pengamanan internal kita sendiri ” terang Ardita, Sabtu (28/11/2015). ‎

Pembentukan tim pengamanan ini juga dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya teroris masuk ke Bali. ‎Pengamanan tidak hanya dilakukan dalam bentuk patroli saja, profiling penumpang, barang bawaan hingga kendaraan yang memasuki kawasan Bandara juga menjadi atensi pihak Bandara. ‎

Dengan peningkatan status kondisi keamanan dari kondisi hijau menjadi kondisi kuning, perlu dilakukan langkah-langkah peningkatan pemeriksaan keamanan penerbangan yang semakin mendetail untuk mencegah terjadinya pelanggaran atau gangguan keamanan.

“Seperti yang kita tahu saat ini kondisi keamanan di luar sedang tidak kondusif.‎ Seperti yang terjadi di Paris kemarin tentu kita yang bergerak dibidang transportasi penerbangan tentu itu menjadi antisipasi kita. Kita memumulai pengamanan secara profiling, mulai dari Tol Gate pasti ada pemeriksaan kendaraan. Tidak hanya profiling terhadap kendaraan saja. Saat akan melakukan Cek In kita juga melakukan Profiling terhadap penumpang dan barang juga ada pengecekan,” ungkapnya. ‎

Ardita menambahkan pihaknya tidak membuat penumpang resah dengan peningkatan status pengamanan dan terlihat berlebihan sehingga Ketika tim gabungan turun menjalankan tugas, tidak hanya memfokuskan pengawasan dan pengamanan saja tapi juga tampak para penumpang meminta informasi apapun ketika mengalami kesulitan di bandara.

“Kita tidak ingin membuat resah seluruh penumpang di Bandara ini dengan peningkatan status pengaman kita. Meskipun ada peningkatan tetap lakukan pendekatan secara humanis terhadap penumpang. Jadi tidak hanya memfokuskan pengawasan dan pengamanan saja tapi juga tampak para penumpang meminta informasi apapun ketika mengalami kesulitan di bandara,” ujarnya.

Selain mengoptimalkan kerja sama personel keamanan, peralatan keamanan juga akan ditingkatkan. Ardita menjelaskan bahwa di sekitar bandara tersebar sekitar 500 lebih kamera pengawas atau CCTV dan tahun depan akan ditambah.(SB-Ijo)

Comments

comments