Bandara Ngurah Rai Ditutup, Wagub Sudikerta Minta Masyarakat Ikuti Instruksi

23
Wagub Sudikerta menyapa salah satu wisatawan asing di bandara Ngurah Rai.

SULUH BALI, Mangupura – Seiring dengan peningkatan aktivitas Gunung Agung ke level “awas” per 27 November 2017, dimana hal tersebut juga berdampak pada lalu lintas penerbangan di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, untuk itu otoritas setempat akhirnya menutup Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mulai Senin, 27 November pukul 07:00 WITA. Penutupan direncanakan berlangsung hingga Selasa, 28 November pukul 07:00 WITA. Hal tersebut disampaikan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XII Prov. Bali – Prov. NTB Agung Hartono, dalam konferensi persnya yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, di Kantor Cabang Angkasa Pura I (persero) Bandar Udara Ngurah Rai, Tuban, Badung pada Senin (27/11).

Dalam siaran persnya, Agung Hartono menyampaikan bahwa dari hasil pemantauan yang diperoleh dari BMKG dan observasi langsung di Bandara Ngurah Rai, telah ditemukan adanya abu vulkanik diarea sekitar Bandara, baik di sekitar Apron (parkir Pesawat), maupun di area Run Way (landasan pesawat). Disamping itu, BMKG juga menerangkan bahwa arah abu vulkanik diperkirakan akan menuju ke daerah selatan dan hal tersebut akan menggangu lalu lintas penerbangan. Untuk itu pihaknya menutup sementara bandara selama 24 jam, namun setiap 6 jam sekali akan dilakukan evaluasi terkait adanya abu vulkanik di area Bandara.

Sementara ini, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan antisipasi dampak penutupan bandara ini, seperti penyediaan bus untuk alih moda transportasi para calon penumpang dengan tujuan Terminal Mengwi dan Pelabuhan Padang Bai. Menyediakan pusat informasi layanan Refund dan Rescedule Tiket, counter khusus konsulat untuk melayani kebutuhan warga negaranya masing-masing, memberikan layanan tambahan berupa miuman dan makanan ringan bagi para penumpang.

Saat ini terdapat pembatalan 445 penerbangan, dan terdapat 10 penerbangan yang melakukan pengalihan pendaratan (divert). Hingga pukul 11.30 WITA, seluruh aktivitas penanganan penumpang, baik domestik maupun internasional telah direlokasi ke area publik. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kepadatan di lanatai 2 airlines counter dalam melayani penumpang internasional untuk melakukan reschedule.

Mananggapi antisipasi yang telah dilakukan oleh otoritas Bandara Ngurah Rai, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta mengapresiasi quick response yang dilakukan. Menurutnya, para wisatawan internasional ataupun domestik, dihimbau tidak terlalu panik dalam menghadapi situasi Gunung Agung ini, karena Pemerintah akan bekerjasama untuk memberikan solusi terbaik dan melakukan usaha terbaik bagi seluruh masyarakat yang ada di Bali. Disamping itu, Sudikerta juga menghimbau agar masyarakat tetap mengikuti instruksi yang dikeluarkan oleh pihak terkait dan tidak mengikuti pesan-pesan yang berbau HOAX (palsu) karena hal tersebut akan membuat masyarakat resah.

Wagub juga menekankan kepada seluruh masyarakat agar turut membantu pemerintah dalam menghadapi bencana Gunung Agung ini dengan cara tetap waspada, tidak panik, ikuti instruksi yang benar dan tidak menanggapi maupun menyebarkan berita-berita HOAX tentang bencana Gunung Agung.

“Saya minta kepada seluruh pihak baik Pemerintah Daerah, Pihak Bandara, Kepolisian, Masyarakat ataupun pihak yang terkait lainnya utnuk dapat melakukan koordinasi dengan efektif terutama dalam mencari solusi penanganan bencana Gunung Agung, sehingga kita bisa melindungi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat”, pungkasnya.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Commad Centre Kementerian Perhubungan RI, BASARNAS, Angkasa Pura I Bandara Lombok Praya, BMKG Pusat, Dirjen Perhubungan Darat, Kepolisian, serta undangan lainnya. (SB-humprov)

Comments

comments