Bandara Ngurah Rai Dibuka Kembali 15.00 Wita

185
Pesawat di Bandara Ngurah Rai siap terbang kembali (foto ist).

SULUH BALI, Denpasar – Setelah sempat ditutup selama 2 hari, Bandara Ngurah Rai Siang ini,  Rabu (29/11/2017) pukul 15.00 wita, kembali dibuka menyusul diturunkannya VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dari Code Red ke Code Orange.

Proses ini melalui rapat evaluasi kondisi terkini Erupsi Gunung Agung

Pada Rabu tanggal 29 November 2017 pukul 13.00 Wita bertempat di Ruang EOC (Emergency Operation Centre) Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Rapat dipimpn Kepala Kantor Otban Wil. IV Denpasar

Rapat dihadiri GM PT.Angkasa Pura I (Persero)  Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Ka Kantor Otban Wil IV Denpasar, Danlanud Ngurah Rai,  GM. Airnav Cabang Denpasar,  Ka BMKG Ngurah Rai,  Ketua AOC Denpasar,  Kapolsek KP3U Bandara IGNR dan Basarnas Bali.

Kesimpulan dari rapat, sesuai dengan kondisi kKesimpulan VONA sudah turun dari RED ke ORANGE, maka terhitung mulai  pukul 15.00 Wita. Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai status OPENED (Bandara Dibuka)

Abu Vulkanis

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan level peringatan penerbangan sebelumnya merah menjadi level “orange” karena aktivitas abu vulkanis Gunung Agung menurun di bawah 6.000 kilometer di atas permukaan laut.

“Karena kolom abu sudah turun di bawah 6.000 meter dari atas permukaan laut, maka VONA kami turunkan, namun tetap perlu diwaspadai,” kata Kepala PVMBG Kasbani, di Karangasem, Bali, Rabu.

Ia mengatakan, pada Selasa (28/11) pukul 06.00 WITA peringatan penerbangan berada dalam status “red” atau merah dan hari ini abu vulkanis bergerak ke arah barat daya mengikuti arah angin.

Kasbani mengatakan, informasi ini menjadi pertimbangan bagi pilot dan otoritas penerbangan untuk menghindari dari abu vulkanis Gunung Agung. Pihaknya akan update kembali apabila terjadi peningkatan ketinggian abu ini.

“Terkait boleh atau tidak aktivitas pesawat melakukan penerbangan ini, menjadi kewenangan pihak otoritas maskapai dan PT Angkasa Pura, yang jelas asap vulkanis ini keluarnya kurang dari 6.000 meter dari permukaan laut,” ujarnya lagi.

Pihaknya menyarankan agar tetap waspada karena abu vulkanis yang masih tersisa pada Selasa (28/11) lalu di awan pasti masih ada.

Selain itu, dari visual embusan abu vulkanis Gunung Agung sudah turun dibandingkan hari Selasa (28/11) lalu sebelumnya 4.000 meter menjadi 2.000 meter dari puncak gunung tertinggi di Bali ini. “Aktivitas kegempaan Gunung Agung masih tinggi baik dari segi visual atau instrumen,” ujarnya pula.

Selanjutnya dari segi instrumen, aktivitas kegempaan masih terjadi tremor menerus yang terekam amplitudonya 1-2 mm (dominan 1 mm) dini hari tadi.

Demikian juga kegempaan vulkanik saat ini relatif masih tinggi, masih ada peningkatan inflasi pada Gunung Agung dan semburan termal cahaya merah juga masih ada lava di dalam kawah.

“Artinya ini masih menunjukkan aktivitas masih tinggi dan status masih level IV (awas) dengan zona radius bahaya delapan kilometer dengan perluasan sektoral masih sepuluh kilometer,” ujarnya pula.

Dengan adanya aktivitas ini, kemungkinan besar akan masih ada aktivitas lontaran batu dari dalam kawah yang akan terus terjadi apabila kembali terjadi gempa tremor terus menerus (overscale).

“Sampai hari ini masih terpantau aktivitas magma melakukan pergerakan di dalam kawah dan ada cahaya merah yang masih ada dan dari citra Satelit Himawari juga terlihat kondisi kawah sudah penuh magma, sehingga saat ini Gunung Agung masih dalam fase magmatik dan akan masih terjadi erupsi,” ujarnya.

Ia tetap mengimbau kepada masyarakat yang berada pada zona bahaya agar segera mengungsi dengan tenang dan tetap mengikuti arahan pemerintah daerah dan PVMBG. (SB-ant/wan)

 

Comments

comments