Bandara Buleleng | Agustus Akhir akan Lakukan Upacara “Nuasen”

175
Made Mangku (foto Rio)

SULUH BALI, DENPASAR – Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) Panji Sakti Buleleng akan di-ground breaking secara Hindu Bali atau yang dalam bahasa setempat disebut dengan upacara nuasen.

Upacara Nuasen ini akan digelar pada 28 Agustus 2017 di Banjar Yeh Buah, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng Bali. Presiden PT BIBU Made Mangku atau yang biasa dipanggil Mangku Keke menjelaskan, Nuasen adalah hari baik untuk menentukan pekerjaan atau pembangunan berskala besar. Setelah diteropong secara niskala menurut agama dan budaya Bali maka diketahui jika tanggal 28 Agustus 2017 merupakan hari baik atau hari yang tepat untuk memulainya sebuah pembangunan berskala besar.

“Menurut penerawangan secaraa niskala Bali, bahwa tanggal 28 Agustus 2017 itu merupakan hari baik untuk memulai pembangunan besar di Bali. Dan selain tanggal 28 Agustus 2017 nanti, tidak ada hari baik yang sebaik tanggal 28 Agustus tersebut. Makanya peletakan batu pertama secara spiritual tetap akan dilakukan tanggal 28 Agustus 2017 di lokasi yang sudah ditentukan,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (24/6).

Menurutnya, upacara tersebut akan mengawali proses pembangunan bandara di Buleleng Bali. Saat upacara berlangsung nantinya, beberapa alat berat yang akan beroperasi di laut juga akan langsung dikerahkan menuju lokasi pembangunan yang ada di lautnya. Beberapa alat berat yang dimaksudnya antara lain kapal tongkang, tiang pancang dan sebagainya.

Selain itu, upacara Nuasen tersebut akan dihadiri oleh sekitar 500 peserta dari dari 30 company dan investor dari berbagai negara di dunia. Sekalipun penentuan lokasi (Penlok) belum turun tetapi upacara Nuasen tetap dilakukan tanggal 28 Agustus yang merupakan hari terbaik.

Seandainya Penlok tidak turun tetap dilakukan Nuasen. Bila tidak dilakukan secepatnya, maka banyak investor yang tergabung dalam konsorsium BIBU akan mengundurkan diri. Dan ini membawa citra buruk bagi Bali, terutama Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Dan kita akan kesulitan untuk kembali mengumpulkan investor nanti,” ujarnya.

Selain 500 peserta perwakilan company dari berbagai negara di dunia, PT BIBU akan mengundang seluruh pihak terkait mulai dari pusat hingga daerah diantaranya, Gubernur Bali Made Mangku Pastika beserta jajarannya. PT BIBU juga menghadirkan konsultan, dewan direksi. Kita melaporkan perkembangan terakhir pembangunan bandara, yakni rencana Nuasen tanggal 28 Agustys, dan tanggal 29 akan bertemu dengan investor, perwakilan company sebanyak 500 orang di Westin Nusa Dua. 500 orang itu terdiri dari perwakilan negara yang sedang membangun bandara oleh Airport Kinesis Canada (AKC). Setelah upacara Nuasen akan dilakukan peletakan batu pertama secara fisik karena tinggal menunggu Penlok saja.

Kendala utama yang dihadapi sekarang adalah adalah Penlok. Izin Penlok hingga saat ini belum turun. Kemenhub beranggapan bahwa Penlok belum bisa turun karena diminta untuk menyelesaikan hubungan yang tidak harmonis selama ini, terutama antara pemerintah daerah dengan beberapa investor lokal yang ada. Itulah sebabnya, tanggal 21 Juni 2017 lalu, PT BIBU dipanggil untuk menghadap Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Dalam salah satu arahan dikatakan bahwa PT BIBU harus dipertemukan dengan PT Pembangunan Bali Mandiri (PBM) yang juga berminat untuk membangun BIBU. “Gubernur Bali meminta kepada Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta untuk memfasilitasi pertemuan dengan PT PBM karena memiliki kedekatan dengan Wagub. Namun kami diminta untuk tidak membayar sejumlah uang. Prinsipnya kami hanya ingin membangun Bali utara. Tidak ada yang lain. Kalau itu kami dianggap tidak berkompeten, ya, silahkan saja. Tapi kalau PT PBM ingin bergabung dalam konsorsium kami akan terima dengan senang hati,” ujarnya.

Gubernur Bali juga sudah beberapa kali bertemu dengan Menhub terkait dengan Penlok. Namun tidak ada hasilnya karena diduga ada orang kuat yang menghalanginya. Pihaknya tetap optimi Penlok akan segera keluar dan tidak berbeda dengan lokasi yang diajukan selama ini.

PT BIBU mengandeng investor Airport Kinesis Canada (AKC) untuk berinvestasi dalam pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di Buleleng. AKC Group diperkirakan akan menginvestasikan tiga miliar dolar Amerika Serikat untuk proyek ini. Perencanaan pembangunan bandara tersebut konsepnya tidak ada perubahan yang signifikan. Bandara dibangun di atas lahan seluas 2.150 hektar.

Setengah dari lahan tersebut dibangun di atas laut dengan cara memperpanjang daratan dan sisanya di daratan. Kompleks bandara ini mengintegrasikan sebuah aerotropolis seluas 750 hektar. Bandara ini rencananya akan dibangun dengan dua runway. Panjang runway masing-masing tujuh kilometer lebih, sehingga pesawat komersial besar bisa mendarat. AKC Group mengusulkan untuk membangun seluruh bandara dengan teknologi berstandar ZEA (Zero Energy Airport). (SB-RIO)

 

Comments

comments