Bali Tourism Hospitality Sebut Pariwisata Bali Berdampak Karena Kondisi Gunung Agung

30
Ketua Devisi 3 bagian Media Bali Tourism Hospitality, Dewa Gede Ngurah Agung.

SULUH BALI, Denpasar – Ketua divisi 3 bagian media Bali Tourism Hospitality (BTH), Dewa Gede Ngurah Byomantara menghimbau kepada pemerintah agar situasi terkait Gunung Agung di Bali untuk selalu dissosialisasikan kepada masyarakat tentang lokasi dan tempat tempat mana saja yang berdampak jika gunung agung meletus. Hal itu disampaikan Dewa Gede Ngurah Byomantara saat menggelar jumpa perss di Denpasar pada, Selasa (10/10).

Dia menambahkan bahwa sejak naiknya status level lV (Awas) Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali hal itu memberikan efek yang sangat besar bagi para wisatawan di Bali. Hal ini bisa dilihat dari tingkat pembatalan pemesanan kamar hotel dan kujungan ke Bali mencapi yang mencapai sekitar 15 sampai 20 persen pada bulan Oktebr dan Nopember.

Menurutnya, menurunnya tingkat wisatawan yang datang ke Bali disebabkan oleh danya gejala level awas Gunung Agung mengalami status naik sebagaimana yang ditetapkan oleh BNPB Bali beberapa waktu lalu. Selain itu banyaknya juga berita hoax yang menyampaikan bahwa Gunung Agung sudah erupsi atau jika Gunung Agung meletus efeknya akan berdampak pada wiliya seluruh Bali.

” Dari BNPB radius yang tidak aman itu 12 kilo meter dari Gunung Agung, selain dari kawasan itu kami yakini aman. Untuk itu kami mencoba memberikan informasi yang sebanyak mungkin atau mensolisasikan agar citra Bali tetap baik. Seandainya Gunung Agung erupsi tidak akan menjadi becana dan hal ini kami juga tekankan pada media asing akan kenyataan yang ada di Bali,” ujarnya.

Dia menjelaskan situasi terkait Gunung Agung harus selalu di sosialisasikan, karena tidak semua kawasan di Bali masuk kawasan berbahaya. Apalagi di Kuta, Legian, Nusa Dua, Sanur adalah kantong-kantong besar wisatawan yang hampir 70 persen ada disana. ” Sesuai dari informasi BNPB, 98 persen kawasan wisatawan itu masih aman. Hanya 2 persen yang masuk rawan, itu hanya daerah Besakih, Tulamben. Wisata Tirta Gangga dan Candi Dase itu masih daerah aman. Jadi di daerah lain seperti Kuta, Nusa Dua, Sanur yang jaraknya 70 kilo meter itu masih jauh dan itu benar aman buat pariwisatawan,” ujarnya

Terkait tingkat pembatalan para wisatawan yang hendak kebelibur di Bali, menurut Byomantara memang ada tapi menurutnya belum bisa memberikan data yang akurat. ” Namun kami baru memprediksi berkisar 15 sampai 20 persen. Tapi prinsip pemerintah Indonesia berusaha menyakinkan bahwa sebagin besar Bali masih aman. Data itu kami dapatkan tanggal (07/10/2017) kemarin, namun tidak seluruhnya, ada sekitar 15 sampai 20 persen yang cancel tapi masih belum akurat,” ujarnya. (SB-rio)

Comments

comments