Bali Tetap Solid Kawal Keutuhan NKRI dan Pancasila

84
Patung Garuda diarak oleh TNI dan Polisi di Bali (foto humas.Bali).

SULUH BALI, Denpasar — Bali sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menyatakan komitmen untuk tetap solid mengawal keutuhan NKRI dan penguataan nilai-nilai Pancasila. Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak pada Apel  Soliditas Kebangsaan dan Kirab Pancasila serangkaian memperingati HUT ke-60 Kodam IX/Udayana di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Denpasar, Jumat (26/5).

Tiga tokoh yang sekaligus bertindak sebagai irup dalam apel tersebut secara bergantian membacakan kebulatan tekad mengawal empat konsensus negara yaitu taat kepada Pancasila, UUD 1945, merawat Bhinneka Tunggal Ika serta menjaga keutuhan NKRI. Diawali dari Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin yang mengingatkan bahwa kemerdekaan yang saat ini dinikmati oleh seluruh Rakyat Indonesia bukanlah hadiah tetapi merupakan buah perjuangan para pendahulu.

Bertolak dari hal tersebut, dia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menghargai jasa para pendahulu melalui upaya pelestarian nilai-nilai luhur Pancasila yang merupakan salah satu gagasan para pendiri bangsa. “Pancasila sebagai salah satu konsensus yang digagas oleh para pendahulu tak perlu diragukan lagi. Mari kita gelorakan semangat Pancasila dan UUD 1945 untuk melawan berbagai ancaman seperti kapitalis, konflik horisontal dan radikalisme,” ajaknya.

Hal senada disampaikan Kapolda Bali Irjen Petrus Golose. Dia sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh Kodam IX/Udayana ini. Melalui kesempatan itu, ia mengatakan bahwa penguatan empat konsensus dasar sangat dibutuhkan untuk menangkal paham transnasional yang akan dimasukkan dan disebarkan di wilayah NKRI. “Seluruh prajurit TNI dan Polri harus bersatu agar tak ada tempat bagi ideologi selain Pancasila,” imbuhnya seraya mengingatkan bahwa tak ada tempat bagi sikap-sikap intoleransi, radikalisme, terorisme dan kejahatan lainnya di negeri ini.

Sementara itu, Gubernur Pastika dalam sambutaannya menyampaikan keprihatinan atas munculnya potensi ancaman di berbagai daerah yang akhir-akhir ini mencuat di berbagai media. “Kohesi dan persatuan nasional serasa semakin merenggang. Perbedaan yang pada masa kebangkitan nasional menjadi unsur perekat, sekarang justru menjadi unsur perenggang. Sentimen primordial menguat dan menggerus pilar-pilar persatuan,” ujarnya.

Menurutnya kondisi ini tak boleh terus dibiarkan. Pastika mengajak seluruh komponen masyarakat Bali untuk melakukan gerakan nyata untuk menyelamatkan keutuhan NKRI. “Mari kita mulai gerakan dari Bali. Dengan semangat kebhinekaan sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika kita tegakkan Pancasila dan UUD 1945 serta kita jaga keutuhan NKRI,” serunya. Kegiatan yang melibatkan unsur TNI, Polri, ASN dan perwakilan lintas suku dan agama ini juga dimeriahkan dengan defile pasukan dan Kirab Pancasila. (SB-ant)

Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose dan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak (foto humas.Bali).

 

Comments

comments