Bali Perlu Dipimpin Seorang Nahkoda Perahu Dharma

66
Prof. Drs. I Ketut Widnya, Ph.D (foto skb).

SULUH BALI, Denpasar – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Hindu, Kementrian Agama Republik Indonesia, Prof. Drs. I Ketut Widnya, Ph.D mengharapkan ke depan pemimpin Bali harus menjadi nahkoda perahu dharma. Nahkoda perahu dharma sebagai pemimpin yang memahami agama Hindu Bali.

“Pemimpin Bali kedepan dia harus punya visi dan misi untuk bagaimana berpihak mengambil posisi untuk mengembangkan agama Hindu Bali,” kata Prof. Drs. I Ketut Widnya, Ph.D pada Seminar Internasional Fakultas Dharma Duta, IHDN Denpasar yang bertema “On Communication, Tourism, Culture, Law and Social Sciences” di Grand Inna Bali Beach Sanur, Jumat (2/6/2017).

Pemimpin Bali ke depan juga diharapkan terus menjalin komunikasi dan berdialog dengan peradaban Hindu Bali. Hal ini dimaksudkan untuk menguatkan perahu dharma yang mana pemimpin Bali mampu memahami ajaran Hindu dan Weda.

“Ketika sudah ada perahu dharma Bali tidak akan keluar. Bali akan dikendalikan oleh orang-orang suci, dikendalikan oleh nahkoda yang lihai cakap yang berbekalkan kitab suci Weda,” kata Widnya.

Ke depan juga menurut Widnya diperlukan pengembangan pariwisata yang berbasiskan Hindu. Semua sangat berkaitan dengan Hindu mengingat roh dari kebudayaan Bali yang merupakan bagian dari pariwisata merupakan agama Hindu.

Ketika agama Hindu tidak menjadi bagian dari jiwa Bali menurut pria asal Sakenan ini, Bali akan menjadi seperti mayat yang hanya berhiaskan pecahan-pecahan beling. Memahami pentingnya agama Hindu di Bali sehingga menurutnya harus menjadi perhatian besar bagi pemimpin Bali kedepan. (SB-Skb)

Comments

comments