Bali Perkuat Kerjasama dengan Australia Tangani Krisis dan Trauma Pasca Bencana

36

SULUH BALI, Denpasar – Sebagai salah satu destinasi wisata dunia, terpeliharanya keamanan menjadi hal yang sangat penting bagi Pulau Dewata. Selain faktor keamanan, penanganan dampak krisis baik yang disebabkan oleh bencana alam maupun aksi terorisme juga membutuhkan antisipasi yang lebih baik. Terkait dengan hal tersebut, Pemprov Bali terus berupaya meningkatkan kualitas penanganan situasi gawat darurat. Sejalan dengan upaya serius yang terus dilaksanakan Pemprov Bali, pihak Australia pun menaruh perhatian serius terhadap penanganan kegawatdaruratan di daerah ini. Bahkan, baru-baru ini, National Critical Care and Trauma Response Centre (NCCTRC) yang berkedudukan Darwin-Australia secara khusus mengundang Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk melakukan lawatan ke Negeri Kangguru tersebut.

Dalam keterangan persnya, Kamis (19/5), Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra,SH,MH menerangkan, kunjungan tersebut dibiayai penuh oleh pihak NCCTRC. Kata Dewa Mahendra, selain Pastika, turut pula Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI I Made Sumantra, Plt. Dirut RSUP Sanglah I Nengah Kuning Atmajaya dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

Lebih jauh Dewa Mahendra memaparkan sejumlah agenda yang dilaksanakan dalam kunjungan ke salah satu negara bagian Australia tersebut. Dalam kunjungan selama 2 hari dari tanggal 17 hingga 18 Mei tersebut rombongan Gubernur Pastika menerima paparan langsung dari sejumlah pejabat terkait penanganan pasca krisis dan trauma. Bahkan, rombongan dari Bali berkesempatan menerima paparan langsung dari Menteri Kesehatan Australia John Elferink,MLA dan Professor Len Notaras, CEO Kementerian Kesehatan setempat.

Lebih jauh Dewa Mahendra menuturkan, rombongan Gubernur yang didampingi staf Konjen Australia untuk Bali, mengunjungi Northern Teritory Police Fire and Emergency Service, Royal Darwin Hospital dan Australia Defence Force Operation. Selain itu, Pastika juga bertemu Kepala Kepolisian dan Pelayanan Emergency, Ketua Parlemen dan Gubernur Northern Territory.

Secara umum, kunjungan tersebut bertujuan meningkatkan kerjasama penanganan krisis dan trauma pasca terjadinya bencana, baik itu bencana alam maupun terorisme. “Termasuk di dalamnya kerjasama pengembangan rumah sakit, khususnya RS Bali Mandara yang tengah dibangun Pemprov Bali,” terangnya. Selain bidang penanganan krisis dan trauma, rombongan Gubernur juga sempat mengunjungi Charles Darwin University guna menjajaki peningkatan kerjasama di bidang pendidikan. Pastika berharap pihak universitas memberi kesempatan lulusan SMAN Bali Mandara untuk melanjutkan kuliah di lembaga pendidikan tersebut.

Yang menarik, di sela-sela kunjungannya ke Australia, Gubernur Pastika sempat bertemu empat mata dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull. Mengutip keterangan Gubernur Pastika, dalam pertemuan itu mereka diskusi tentang situasi dan kondisi nasional maupun bilateral yang berkembang saat ini. Kesempatan itu juga dimanfaatkan Pastika untuk mendorong peningkatan kerjasama antara Bali dan Australia.

Pastika berharap, Bali dapat memetik banyak manfaat dari kunjungan selama dua hari ke Australia, khususnya dalam penguatan sistem keamanan dan penanganan pasca krisis.Sekedar catatan, NCCTRC merupakan sebuah lembaga yang khusus menangani trauma pasca krisis. Lembaga ini telah menjalin kerjasama dengan Bali sejak kejadian bom tahun 2002 lalu. Selain membangun unit luka bakar di RSUP Sanglah, lembaga ini juga aktif memberi pelatihan bagi para tenaga medis RSUP Sanglah. Selain itu, NCCTRC dan BPBD Bali telah beberapa kali terlibat dalam pelatihan bersama penanganan kegawatdaruratan. (SB-humprov)

Comments

comments