Bali Jadi Tuan Rumah Ju-Jitsu Intenasional

367

SULUHBALI.CO, Denpasar – Provinsi Bali menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan beladiri Ju-jitsu internasional ke-II) yang diikuti oleh negara-negara dari Asia-Pasifik, Sabtu.

“Kami sengaja memilih Bali sebagai tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan Ju-jitsu untuk mempromosikannya kepada masyarakat di Pulau Dewata,” kata Presiden All Japan Ju-jitsu International Federation (AJJIF) Indonesia Made Dana M. Tangkas di sela-sela pembukaan kompetisi di Gor Mengwi, Kabupaten Badung.

Ia menjelaskan bahwa kejuaraan itu akan digelar selama seharian penuh yang diikuti oleh Jepang, Amerika Serikat, Kazhakstan, Russia, Indonesia dan Australia.

Pihaknya sengaja mengundang siswa-siwa dari SMP setempat sekaligus untuk mempromosikan kejuaraan Ju-jitsu kepada generasi muda di Pulau Dewata.

Dalam kesempatan itu, kejuaraan internasional tersebut dibuka langsung oleh President of AJJIF Global Alexey Kunin.

Made Dana berharap kegiatan yang digelarnya di Bali itu bisa memberikan dampak positif bagi generasi muda setempat.

“Dalam kejuaraan ini tidak untuk mencari atlet berkualitas, tetapi untuk mempererat tali persaudaraan antarnegara peserta kejuaraan Ju-jitsu,” ucapnya.

Menurut dia, pertandingan itu juga sebagai ajang untuk mempromosikan kesenian dan kebudayaan Indonesia serta pariwisata Indonesia.

Dengan demikian pihaknya berharap masyarakat setempat turus serta menyukseskan acara tahunan tersebut.

Pertama Kali ke Bali

President of All Japan Ju-jitsu International Federation (AJJIF) Global Alexey Kunin yang baru pertama kali berkunjung ke Bali sangat mengagumi adat dan budaya setempat.

“Kami baru pertama kali datang ke Bali dan sangat kagum dengan adat dan budaya yang ada di Pulau Dewata,” katanya saat membuka Kejuaraan Beladiri Ju-Jitsu Internasional di GOR Mengwi, Kabupaten Badung, Sabtu.

Ia merasa bangga datang ke Bali karena mendapat sambutan yang baik dari masyarakat setempat. “Penduduk setempat sangat ramah terhadap para wisatawan yang datang ke daerahnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia berharap para peserta olahraga beladiri tersebut nantinya bisa mempromosikan adat dan budaya Bali di negeri mereka masing-masing.

Dalam kejuaraan itu, dia juga sepakat dengan para pelatih lainnya untuk mempromosikan olahraga beladiri tersebut kepada generasi muda setempat.

“Beladiri Ju-jutsu itu sangat baik untuk melindungi diri dari ancaman tindak kriminal dan kejahatan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden AJJIF Indonesia Made Dana M Tangkas mengakui bahwa beladiri Ju-jitsu belum terlelu populer di mata masyarakat Indonesia.

“Dengan digelarnya kejuaraan Ju-jitsu internasional ke-II di Pulau Dewata bisa mempromosikan kepada masyarakat Bali dan Indonesia pada umumnya,” ujarnya.

Menurut dia, kejuaraan Ju-jitsu internasional ini sudah dua kali digelar di Indonesia yang debelumnya digelar di Jakarta pada tahun 2012.

Oleh karena itu, pihaknya optimistis untuk bisa mempromosikan olahraga beladiri Ju-jitsu di Indonesia. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.