Bali Interfood 2017, Diharapkan Bisa Menjadi Ajang Khusus Untuk Kuliner

39
Konferensi Pers Bali Interfood 2017 (sb-cas)

SULUH BALI, Denpasar – Bali Interfood 2017 akan diselengagarakan pada tanggal 16-18 Maret 2017 di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali – Indonesia. Pameran yang telah diselenggarakan ke-3 kalinya ini merupakan Pameran di bidang HORECA, Jasa Boga, Makanan Minuman, Wine, Teh dan Kopi, Bakery Pastry dan Pengemasan.

Bali Interfood juga akan diselenggarakan bersamaan dengan Bali Hotel & Tourism. The 3rd International Exhibition on Hotel & Tourism, Bali Wine & Spirits – The International Exhibition on Food, Bali Coffee dan Bakery Indonesia Expo.

“Target kita ingin buat supaya ini bisa berkesinambungan, sehingga dipameran ini kita ingin menampilkan juga konten lokal. Kita lihat produk-produk internasional banyak sekali masuk ke Indonesia tapi Bali memang banyak dikunjungin oleh wisatawan asing, jadi targetnya adalah supaya Bali ini bisa menjadi satu ajang khususnya untuk kuliner, serta menjadi kunjungan untuk pameran makanan dan minuman ini secara berkelanjutan,” tutur Daut D. Salim dalam Konferensi Pers Bali Interfood 2017.

Pameran yang diikuti oleh 110 peserta dari dalam dan luar negeri akan menampilkan produk makanan dan minuman, peralatan perhotelan, kopi dan teh, bakery dan teknologi di bidang makanan minuman serta pengemasan. Dihadiri oleh lebih dari 5.000 pengunjung lokal maupun asing.

Berbagai acara dan seminar menarik turut dihadirkan di pameran Bali Interfood 2017, seperti Coffee Roasting Class yang diadakan oleh AEKI & PPKI, Roasting Competition oleh SCAI, Bali Sommelier Competition oleh Indonesia Sommelier Association (Bali Chapter), Baking dan Cooking Demo oleh para chef profesional, G.M Fun Cooking oleh PHRI dan Bali Hotel Association (BHA), Pastry Competition oleh Indonesia Pastry Alliance (IPA), Seminar “Bali as a Culinary Destination” oleh PHRI, Seminar & Talkshow “The Secrets of Tea” dan “Creating a Niche With Tea” oleh ARAFA Tea (Indonesian Tea Association), Barista Workshop dan Latte Art Workshop oleh SCAI, Seminar “Open Kitchen Phenomenon” oleh BHA dan Seminar “Manual Brewing Technique” oleh AEKI dan BHA serta acara-acara menarik lainnya.

Cok Ace selaku Ketua PHRI juga menambahkan, “Yang pertama dari segi pelaksanaannya kita berharap ini bisa terus dilaksanakan, kemudian tentu pasti kualitasnya akan terus ditingkatkan dan meningkatkan jumlah peserta, yang kedua tidak kalah pentingnya adalah konten acara bagaimana di acara ini kita bisa mendorong tumbuh berkembangnya pemanfaatan bahan-bahan lokal ini menjadi penting untuk kami.” (SB-cas)

Comments

comments