Bali Go Live Promosikan Pariwisata Bali dengan Video

81
Ketua BPPD Bali Cok Ace dan CEO Bali Go Live Paulus Herry Arianto usai penandatangan MOU (foto Ijo).

SULUHBALI, Mangupura – Meningkatkan metode pengembangan pasar kepariwisataan dan bisnis wisata di Bali menuju pada level yang menyesuaikan dengan kecanggihan di era digital. Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali secara resmi telah menjadikan Bali Go Live sebagai saluran video resmi Bali.

Saluran ini akan digunakan untuk mempromosikan Bali via platform digital populer YouTube dan memiliki websitenya sendiri, juga didukung oleh informasi terkini yang diupload secara regular via media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Thumblr, dan Linkedin.

Paulus Herry Arianto, CEO Bali Go Live mengungkapkan melihat perkembangan teknologi yang begitu pesat, dirinya bersama team Bali Go Live ingin menciptakan sebuah perpustakaan digital tentang Bali yang bisa digunakan sebagai sarana promosi.

“Segala potensi yang ada di Bali ini harus didigitalkan sehingga kita menciptakan sebuah perpustakaan digital tentang Bali. Tetapi perpustakaan itu bisa dinikmati dan digunakan sebagai sarana promosi ke luar negeri,” ungkapnya, Senin (09/05/2016).

Herry menambah ide tersebut telah digagasnya sejak 3 tahun silam. Namun, hal tersebut baru benar-benar direalisasikannya pada awal tahun 2015. Nantinya, Bali Go Live tidak sekedar mempromosikan Bali. Tapi, turut mendorong anak-anak muda di Bali untuk lebih bangga pada filosofi dan budaya Bali.

“Ya, ide ini muncul sejak 3 tahun lalu, tapi baru benar-benar kami seriuskan di awal tahun lalu. Sementara untuk platformnya kami persiapkan selama 8 bulan dan sudah kami laki soft launching pada Agustus 2015. Dengan adanya video-video bermutu yang menjelaskan budaya Bali sehari-hari, anak-anak muda Bali bisa membagikan video tersebut ke teman-teman di luar Bali melalui media sosial,” ujarnya.

Sementara ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengungkapkan Bali Go Live merupakan sebuah gagasan yang mengandalkan perkembangan teknologi. Hal ini, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia untuk mengadaptasi kebutuhan pasar.

“Bali Go Live ini selaras dengan arahan Presiden dan juga kebutuhan pasar yang sarat dengan perkembangan teknologi. Sehingga kita harus senantiasa beradaptasi dengan teknologi dan dengan adanya Bali Go Live ini  kita bisa memiliki alat atau tools yang efektif sebagai sarana mempromosikan Bali dengan secara digital,” ujarnya. (SB-Ijo).

Comments

comments