Bali Dapat Rp 58 M Untuk Wujudkan Swasembada Pangan

65

SULUH BALI, Denpasar – Dinas Pertanian Tanaman Pangan Bali mendapat kucuran dana dari Kementerian Pertanian Sebesar Rp58 miliar PADA 2015 untuk mendukung kegiatan dalam mewujudkan swasembada pangan yang ditekankan Presiden Joko Widodo.

“Dana yang bersumber dari APBN 2015 diarahkan untuk menangani tiga kegiatan guna mendukung terwujudnya ketahanan pangan,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali Ir Ida Bagus Wisnuardhana, MSi di Denpasar, Kamis (12/3/2015).

Ia mengatakan ketiga kegiatan itu meliputi Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP PTT), optimalisasi lahan dan rehabilitasi jaringan irigasi di tingkat tersier.

Pelaksanaan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu menjangkau lahan seluas 1.050 hektare yang terdiri atas pengembangan tanaman padi 750 hektare, pengembangan kedelai 2.000 hektare dan tanaman jagung 1.000 hektare.

Wisnuardhana menambahkan, untuk perbaikan jaringan irigasi di tingkat saluran petani untuk mampu mengairi sawah secara teratur seluas 16.200 hektare serta optimalisasi lahan untuk meningkatkan produksi persatuan hektare yang menyangkut berbagai komoditas pertanian.

Bali mendapat kepercayaan sebagai proyek percontohan pelaksanaan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP PTT) komoditas kedelei yang dicanangkan Kementerian Pertanian (Kementan).

Proyek percontohan tersebut dilaksanakan di Subak Gadon III, Desa Beraban, Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan yang penanamannya melibatkan petani dan unsur TNI pada hari Selasa (10/3).

Pencanangan tersebut disaksikan Staf Ahli Kementerian Pertanian Bidang Inovasi Teknologi Dr Ir Matsyukur, Bupati Tabanan Ni Putu EkaWiryastuti, jajaran TNI Kodam IX Udayana yang diwakili Prabandya Wanwil Mayor Kav Suteja dan Kasrem 163/Wirasatya Letkol Inf Yana Bahtiar.

GP PTT Kedelai merupakan upaya khusus (Upsus) Kementerian Pertanian yang digulirkan sejak 2014, sebagai upaya mendorong terwujudkan swasembada kedelai di Indonesia.

Bali, khususnya Kabupaten Tabanan mendapat kepercayaan sebagai daerah pertama sekaligus tolak ukur bagi daerah lainnya di tanah air, karena daerah “gudang beras” di Bali ini memiliki lahan pertanian terluas yakni sepertiga dari lahan pertanian di Bali, ujar Wisnuardhana. (SB-Ant)

Comments

comments