Bali Blues Brother Ikut Memeriahkan Byron Bay Blues Festival 2018

25
Bali Blues Brother

SULUH BALI, Denpasar – Bali Blues Festival pada tahun ini sudah memasuki tahun ke 4, berbagai festival musik telah berlangsung di Bali dengan berbagai genre dengan kemasan festival tahunan. Di tahun ke 4 ini Bali Blues Festival yang masih bertahan dengan akar musik Blues dengan pengembangan kolaborasi berbagai aliran tetap dilangsungkan dengan penambahan panggung menjadi 2 set, sehingga lebih dapat mengakomodir jumlah musisi yang lebih banyak.

Berbagai upaya promosi dilakukan untuk memperkuat brand Bali Blues Festival menjadi event music Blues yang sampai saat ini telah memiliki trend positive, terbukti dengan banyaknya minat musisi luar untuk bisa tampil dipanggung Bali Blues Festival ini.

“Sebuah upaya promosi lanjutan ke ajang musik Blues dunia yaitu Byron Bay Blues Festival yang telah dilakukan sejak tahun lalu, acara ini berupa pameran Bali Blues di Byron Bay. Untuk tahun ini disamping berpameran kami mengirim duta musik dari Bali yaitu Bali Blues Brothers, dengan persiapan yang sangat mendadak, setelah mendapat informasi hasil kurasi komite. Band Bali Blues Brothers ini terbentuk dalam jangka waktu yang cukup singkat, yaitu saat 1,5 bulan kami mendapat konfirmasi bahwa kami diberikan ruang untuk mengisi salah satu panggung di Byron Bay yaitu Juke Joint Stage,” tutur Bagus Mantra selaku Founder Bali Blues Festival.

Bali Blues Brother dibentuk sebagai perwakilan beberapa band yang ada di Bali yang terdiri dari, Sandi Lazuardi yaitu saxophone & violin dari Joni Agung & Double T, Krisna Dharmawan sebagai gitaris 1 merupakan perwakilan dari Sound Of Mine, Gde Kurniawan sebagai bassist perwakilan dari band The Bodhi & Ake Buleleng, Bobi Dinar sebagai vokalis dari band The Bodhi, Gus Basistha sebagai gitaris 2, perwakilan dai Crazy Horse, dan Bagus Mantra sebagai pimpinan team promosi sekaligus drummer dab founder Bali Blues Fest.

Kesempatan Bali Blues Brother untuk tampil 2 kali show, dengan durasi 60 menit per show. Dengan membawakan beberapa komposisi original yang dipadukan dengan balutan ritmik melodi Bali, serta beberapa garapan cover yang telah aransemen ulang.

Sambutan audience sangat luar biasa, di hari pertama sekaligus kembali hadir di show berikutnya dan setiap harinya selalu datang ke stand pameran Bali Blues untuk mendapat informasi tentang Bali, terutama destinasi dan akomodasi yang tim paparkan dalam bentuk flyers dan booklet. Dari 29 tahun penyelenggaraan akhirnya tim mampu mengibarkan bendera merah putih di Byron Bay Blues Festival.

Beberapa artis besar yang tampil di Byron Bay Blues fest yang dikunjungi leblh dari 80 ribu orang di tahun ini, sangat impressive dengan adanya Bali Blues Brothers, mereka tidak menyangka jika di Bali yang terkenal dengan tradisinya juga ada pergerakan budaya kreatif yang mendunia yang tidak lepas dari akarnya.

Bali Blues Brothers yang baru kali pertama tampil bersama dengan format full di panggung internasional merupakan salah satu langkah efektif untuk melakukan promosi event, promosi destinasi sekaligus promosi industri musik Bali di ajang internasional.

Peter Noble sebagai founder Byron Bay Blues fest sangat menyambut baik kerja sama untuk kedepannya karena kecintaanya terhadap Bali, dan Peter tetap akan mempromosikan Bali sebagai destinasi heritage dunia, selain surfing di Kuta. Bali juga memiliki berbagai destinasi menarik yang patut di kunjungi untuk melengkapi kunjungan ke Bali.

“Kedepannya kami dengan semangat kemandirian serta beberapa support dari industri pariwisata yang ingin ikut terlibat mempromosikan industrinya, kami akan selalu melakukan kegiatan serupa karena bagi kami upaya promosi seperti ini sangat efektif dan langsung mengangkat citra destinasi Bali yang nantinya kami cita-citakan sebagai destinasi festival musik dunia,” tambah Bagus Mantra.

Bali Blues Festival 2018, ini nantinya tetap dilengkapi dengan pra event yaitu road to Bali Blues Festival, salah satunya di Sand Beach Club Sanur, serta dilanjutkan di beberapa tempat yaitu : Buleleng Northcross Bali Community, Hardrock Cafe Bali, lSl Bali, TVRI Denpasar. Menampilkan berbagai komunitas blues untuk berbagai panggung dan jamz session. Bali Blues Festival 2018 akan diselenggarakan pada tanggal 11-12 Mei 2018.

Sederetan musisi yang akan memeriahkan Bali Blues Festival 2018 seperti Gugun Blues Shelter dengan tambahan format Brass Section, Ginda Bestari dan Sound of Mine, Rama Satria, Dikta Wicaksono & Jakarta Blues Factory, Crazy Horse with Bali Flyod Format, Bali Guitar Club, Ubud Bluesers, Bali Blues Brother, Sunburst & Friends, Malaysian Brother, Fernando Noronha Brazil dengan Ronaldgang, Joni Agung and The Bluesers, dan masih banyak lagi musisi yang akan memeriahkan panggung Bali Blues Festival 2018.

Akan ada 2 panggung yang sama besar akan berjejer, yaitu Panggung Nusa dan Panggung Bali, menyuguhkan berbagai komposisi Blues dengan berbagai komposisi pengembangan kolaborasi untuk membuktikan bahwa Blues adalah fondasi akar dari musik. Salah satu contoh tampilnya Joni Agung akan berkolaborasi dengan beberapa bluesers untuk meramu reggae dan blues. (SB-cas)

Comments

comments