Balawista Setia Jaga Pantai

213

Pantai – Banyak wisatawan mandi di tempat terlarang (bendera merah). Disini Peran Balawista diperlukan.

 

SULUHBALI.CO, Denpasar — Angin laut menerpa tubuh-tubuh berkilap yang berbaring santai di pasir putih di bawah sinar mantahari Pantai Kuta. Deburan ombak bergelombang dahyat tidak menghambat wisatawan untuk berenang.

Di atas gulungan ombak yang dashyat itulah wisatawan bermain papan selancar, yang kebanyakan pelancong asal Australia, meskipun maut mengancam keselamatan jiwanya.

Demikian pula wisatawan nusantara yang datang dari berbagai pelosok di Nusantara pada liburan panjang Hari Raya Idul Fitri 1434 H berbaur dengan wisatawan mancanegara menikmati panorama pantai Kuta.

Pantai berpasir putih sepanjang tiga kilometer, hampir setiap hari pengunjungnya membludak, agar mereka terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, tutur Koordinator Badan Penyelamat Wisata Tirta Balawista Kabupaten Badung I Ketut Ipel.

Selama sepekan cuti bersama itu tercatat menelan seorang korban jiwa yakni Panda L. Toruan (57) asal Medan, Sumatera Utara akibat keganasan ombak pantai Dreamland Uluwatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung saat bermain papan selancar.

Musibah yang terjadi Minggu sore (11/8) akibat papan selancar yang digunakan L Toruan patah di tengah gulungan ombak yang dashyat, sementara petugas Balawista tidak mampu memantau kejauhannya di tengah laut.

Korban yang bermain papan selancar di tengah gulungan ombak yang dashyat, saat mengalami musibah tidak berhasil diselamatkan jiwanya, karena bermain papan selancar seorang diri dengan lokasi jauh ke dalam sehingga sulit dipantau.

Balawista mengerahkan seluruh personil berkekuatan 170 orang untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan, sehubungan pantai menjadi sasaran kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri, termasuk masyarakat setempat.

Petugas Balawista terpencar pada 22 pos penjagaan sepanjang pantai mulai dari pantai Nusa Dua, Jimbaran, Uluwatu Kuta, Legian, Munggu hingga pantai yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Tabanan.

Ratusan petugas Balawista itu terbagi dalam dua kelompok kerja, masing-masing bertugas mulai pukul 07.00 hingga 14.00 Wita dan mulai pukul 12.00 hingga 19.00 Wita.

Satu pos pemantauan itu dijaga antara tujuh sampai sepuluh orang, tergantung banyaknya pengunjung baik wisatawan mancanegara, nusantara dan masyarakat setempat.

Sasaran pantai Bali sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama di Indonesia selama tahun 2012 menerima kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 2,94 juta orang, meningkat 4,34 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 2,82 juta orang.

Sementara selama semester pertama 2013 menerima sebanyak 1,49 juta wisatawan mancanegara juga bertambah 6,61 persen dibandingkan semester yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 1,40 juta orang.

Mereka sebagian besar sasarannya berkunjung ke Pantai Kuta, belum lagi wisatawan nusantara yang jumlahnya diperkirakan lebih dari jumlah wisman sengaja mengunjungi pantai Kuta, meskipun hanya sekedar melihat sosok turis berjemur yang hanya dibalut selembar kain pantai yang tipis.

Ratusan petugas Balawista siap menjaga keselamatan jiwa wisatawan mancanegara, nusantara maupun masyarakat setempat yang bermain papan selancar, maupun hanya sekedar berenang selesai berjemur.

I Ketut Ipel, pria kelahiran Kota Denpasar 54 tahun yang silam mendapat kepercayaan sebagai koordinator mengemban tugas kemanusiaan di Pantai Kuta yang telah mengabdikan diri selama lebih dari 25 tahun.

Hari-demi hari menjalani hidupan di pantai Kuta tidak terasa kalau telah mencapai seperempat abad lebih.

Ia mengaku, di saat banyaknya wisatawan yang memadai pantai Kuta. khususnya saat-saat Hari Raya keagamaan seperti Idul Fitri, Hari Raya Natal dan Tahun baru harus bekerja ekstra.

“Sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam saya berada di pantai Kuta, mengamati dari kejauhan pengunjung yang menikmati deburan ombak,” ujar pria yang sudah berpengalaman membantu orang yang mengalami musibah tenggelam di pantai berpasir putih itu.

Selamatkan ratusan orang Balawista Kabupaten Badung, Bali selama delapan bulan periode Januari-Agustus 2013 berhasil menangani 112 kasus kecelakaan mengakibatkan delapan orang di antaranya meninggal.

Dengan demikian berhasil menyelamatkan 104 orang yang sebagian besar adalah wisatawan mancanegara, nusantara dan masyarakat setempat yang sedang menikmati deburan ombak, baik sekedar berenang maupun bermain papan selancar.

Kasus serupa selama 2012 tercatat 116 kali, 105 orang di antaranya berhasil diselamatkan dan sebelas orang meninggal.

Ketua Balawista Kabupaten Badung I Made Suparta yang memiliki banyak pengalaman dalam memberikan pertolongan kepada korban yang terseret arus menambahkan, pihaknya berupaya memberikan pertolongan yang maksimal kepada korban yang mengalami musibah, termasuk melakukan pencarian korban yang berhari-hari ditelan ombak.

Korban yang demikian biasanya jenazah ditemukan terapung atau terdampar di pantai beberapa kilometer dari lokasi kejadian. Kabupaten Badung yang menjadi pusat pengembangan kepariwisataan di Bali membentuk Badan Penyelamat Wisata Tirta beroperasi sejak 28 Oktober 1972.

Dalam operasinya selama 41 tahun kurun waktu 1972 hingga 2013 telah menangani belasan ribu kejadian sebagian besar di antaranya berhasil diselamatkan, dan beberapa orang sisanya tidak mampu diselamatkan atau meninggal dunia.

Balawista yang dirintis I Gde Berata dalam perjalanan cukup panjang itu, kini mulai mendapat dukungan sarana dan prasarana dari komponen pariwisata yang merasa terbantu dari aktivitas sosial tersebut.

Selain itu pemerintah Kabupaten Badung mendukung sepenuhnya pembiayaan aktivitas sosial di Pantai Kuta. Badung memiliki pantai sepanjang 60 km yang membentang dari Kawasan Nusa Dua, Jimbaran, Kuta hingga Pantai Seseh perbatasan dengan Kabupaten Tabanan .

Panjang pantai tersebut paling sedikit memerlukan 30 buah pos pengamatan, namun hingga kini baru ada 22 pos didukung 170 petugas, sehingga fasilitas yang tersedia masih masih perlu disempurnakan.

Keterbatasan tempat pemantau menjadikan para petugas penyelamat pantai lebih jeli mengamati musibah yang dialami wisatawan atau masyarakat setempat ketika berenang.

Untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan dalam mengemban tugas kemanusiaan, puluhan petugas Balawisata Badung pernah mengikuti pelatihan di pantai Queensland, Australia.

Organisasi penyelamat pantai di Australia memberikan kesempatan kepada tim Balawisata Bali meningkatkan keterampilan dalam memberikan pertolongan kepada mereka yang mengalami musibah di laut.

Kerja sama tersebut sudah berlangsung sejak tahun 1972, ketika Balawista Badung dirintis. Dari 170 petugas Balawista Kabupaten Badung, sebagian besar sudah pernah mengikuti latihan di Australia, sehingga dalam memberikan pertolongan kepada wisatawan yang mengalami musibah di pantai Kuta dan sekitarnya dapat dilakukan dengan baik, tutur Made Suparka. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.