SULUH BALI, Denpasar – Secara bersamaan, di hari yang sama, Wayan Balawan juga memperkenalkan album instrumentalnya Bali Gamelan Orchestra (BGO). Menandai peluncuran dari kedua album tersebut, Bali Gamelan Orchestra (BGO) dan Mustika, Balawan mengadakan pagelaran sekaligus memperkenalkan beberapa dari lagu-lagu yang ada di dalam albumnya tersebut, bertempat di Colony Hub, Plaza Renon, Minggu (29/7) lalu.

Bali Gamelan Orchestra (BGO) merupakan sebuah projek baru dari Balawan yang memiliki konsep yang berbeda dengan Batuan Ethnic Fusion (BTE). Perbedaannya cukup jelas terasa, yaitu BTE didominasi oleh msuik instrumen modern, dan sebaliknya BGO lebih banyak menggunakan musik tradisonal.

“Bali Gamelan Orchestra mengusung gong kebyar, yang pemainnya sendiri ada 20 orang. Konsep gamelannya juga menggunakan Semar Pagulingan saih pitu, jadi kalau tampil sejam, ya terkesan monoton,” jelas Balawan.

Terdapat 10 lagu di album Bali Gamelan Orchestra, anatara lain ‘Forest’, ‘Baang Tiang Ngigel’, ‘What’s in Bali Today’, ‘Puputan War’, ‘Mie Goreng’, ‘Ririmemeri’, ‘No Action Talk Only’, ‘Take and Give’, ‘Katak Dongang’, ‘Klee Nyakcak Nok’.

Sebelum dijadikan album, Balawan mengakui kalau lagu-lagu tersebut sudah sering dibawakan dalam penampilannya. Selain itu, Balawan juga mengatakan bahwa alasannya merilis album ini agar anak-anak muda tetap mengenal dan suka memainkan gamelan Bali. Salin dengan memberikan pemahaman tentang edukasi, bahwasanya gamelan juga bisa dieksplorasi lebih luas dan ditampilkan secara berbeda dan menarik. (SB-cas)

Comments

comments