Bakso “100 % Haram” Dikunjungi ABG Hingga Senator

35340

Kesibukan Bu Agus Di Warung “Bakso Babi 100 % Haram”. |foto-raka|

 

 

SULUH BALI, Tabanan – Nama warung ini “Bakso Babi 100% Haram”. Ditulis pada plang ukuran besar dengan tulisan warna hitam dengan warna dasar kuning dan putih. Warung yang terletak di pinggir jalan A.Yani, Koripan Kelod. Kediri Tabanan jadinya terlihat unik.

Dari nama unik yang terpampang di plang nama itu saja sudah menimbulkan daya tarik dan rasa penasaran orang yang lewat di jalan raya depan warung ini. Suluhbali pun mencoba mampir di warung milik Pak Agus, warga Banjar Abiantuwung Kelod, Kediri ini. Pada Senin (18/5/2015) jarum jam menunjukkan pukul 11.00 pagi. Bu Agus (begitu panggilan istri sang pemilik warung) sedang sibuk melayani pembeli.

Di warung yang buka dari pagi hingga malam hari ini, untuk satu porsi bakso babi dibandrol Rp 8.000, namun bila dibungkus cukup merogoh kantong Rp 6.000 saja. Bu Agus menuturkan, di hari-hari libur biasanya pembeli yang datang lebih ramai. “Kalau hari-hari biasa ya lumayanlah pak,” ungkap wanita dengan satu putra ini.

Wanita ini pun menuturkan awal dirinya dan suaminya membuka usaha ini. Sebelum jualan bakso babi, ia dan suaminya menggeluti usaha jual beli buah durian dan jualan bakso ayam. Karena dirasa lancar dan kurang tenaga, ia pun merekrut tenaga dari luar Bali. Namun apes karyawannya itu membohonginya. “Saya sering dibohongi, durian sering dibilang hilang kecurian, dibilang busuk, padahal ia jual sendiri. Kemudian uang Rp 40 Juta dilarikan oleh  buruh saya itu, “ ungkapnya mengenang.

Namun ia dan suaminya tidak menyerah. “Kebetulan suami saya memang suka memasak dan sempat melihat proses penjualan bakso ketika masih dibantu karyawan saya dulu, jadinya suami mencoba untuk terjun sendiri. Karena rasa jengah, akhirnya kami juga ubah nama warung bakso ini, ” cerita Bu Agus mengisahkan awal dirinya dan suaminya bangkit.

Pelan-pelan ia temukan jalan. Saudara laki-laki Bu Agus memberikan lokasi jualan di tempat sekarang. “Syukur kakak saya memberi pinjeman tempat jualan disini. Jadinya tidak ngontrak tempat,” kata wanita yang suaminya kini dipercaya menduduki posisi sebagai Kelihan Dinas di Abiantuwung Kelod ini.

Selama hampir 30 menit di warung ini, pembeli yang datang tiada putus. Mulai dari bapak-bapak hingga para ABG datang memesan bakso. Disamping bakso, aneka jenis minuman segar juga tersedia. Ia ungkapkan kalau dalam sehari mampu terjual 4 hingga 5 kg bakso.

Nama warung ini ternyata terdengar hingga luar Bali bahkan Jakarta. Seorang senator (DPD) asal Bali di Jakarta pun dibuat penasaran mendengar keberadaan warung bakso unik ini. Sang senator pun datang mengunjungi warung ini. Sang Senator pun sengaja datang ke warung ini malam hari. “Bahkan Bapak DPD itu nambah baksonya,” ungkap Bu Agus sambil tersenyum. (SB-Raka)

Comments

comments

Comments are closed.