Ayu Pastika Sutradarai Drama Teatrikal “Raja Pala Sang Pemburu”

161

SULUH BALI, Denpasar – Guna memeriahkan hari jadi Pemprov Bali yang ke 58, para ibu yag tergabung dalam Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali dan Dharma Wanita Persatuan Provinis Bali serta beberapa kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali berkolaborasi mempersembahkan drama teatrikal bertajuk “Raja Pala Sang Pemburu” di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Sabtu (13/8) malam. Drama yang disutradari oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika, ini juga melibatkan  Sanggar Seni Cahya Art dan didukung oleh Celekontong Mas dan Canging Mas untuk meramaikan gelaran pementasan.

Drama kolaborasi yang berdurasi sekitar 2 jam ini berhasil menyedot perhatian penonton dan menyebabkan Gedung Ksiranawa riuh dengan senyum dan  tawa  pengunjung yang menyaksikan  yang berasal dari jajaran SKPD Pemprov Bali dan masyarakat umum, termasuk Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Ayu Pastika juga menikmati gelaran yang dikemas penuh lawakan tersebut. Ayu Pastika sendiri tidak menyangka para anggotanya bisa memerankan drama tersebut dengan sangat menghibur. “Tidak menyangka ya para pemainnya berkolaborasi dengan sangat bagus. Padahal terbatas sekali waktu latihannya kemarin dan ini hanya latihan tiga kali,” tuturnya saat wawancara dengan para awak media.

Drama teatrikal ini mengadaptasi dari cerita rakyat Bali yang berjudul “Raja Pala” yang kisahnya hampir mirip dengan kisah “Jaka Tarub” dari Jawa Barat. Cerita Raja Pala tersebut mengisahkan kehidupan seorang pemburu yang menikahi seorang bidadari Ken Sulasih.Sang bidadari tersebut meninggalkannya setelah memiliki 1 orang anak yang bernama I Durma. Sesuai janji Raja Pala pada Ken Sulasih agar mau menikahinya, ia harus merelakan sang bidadri kembali kekahyangan. Dalam alur cerita digambarkan hubungan antara Durma dan orang tuanya. Ceritanya dikemas dalam bentuk parodi komedi yang didalamnya juga terdapat fasion show busana pengantin gaya masing – masing kabupaten di Bali. Namun walaupun demikian esensi cerita tetap menjadi yang utama.

Dalam pementasan ini secara khusus Ayu Pastika yang juga merupakan pencetus ide cerita ini mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dalam keluarga khususnya antara anak-anak dan orangtua.  “Sekarang ini hubungan  anak dan orang tua terkesan jauh karena  kesibukan masing masing. Meski ditengah kesibukan kita harapkan orang tua dan anak bisa memilki waktu yang berkualitas bersama sehingga komunikasidan kasih sayang bisateralin dengan baik,”ujarnya .

Sementara itu Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan seperti ini. Drama teatrikal yang rutin digelar setahun sekali ini diharapkan  dapat menjadi hiburan tersendiri khususnya bagi para kepala SKPD yang jga terlibat dalam kegiatan ini. “Bagus ya ini semacam refreshing kepala-kepala SKPD dan jajaran lainnya. Yang setiap harinya sibuk di kantor dapat terhibur malam ini,” ujarnya. (SB-humprov)

Comments

comments