Ayu Pastika Serahkan 2 Bantuan Bedah Bedah Rumah di Karangasem

74
Ny. Ayu Pastika saat bersama salah satu penerima bedah rumah di Karangasem. (foto-humprov)

SULUH BALI, Karangasem – Gusti Made Rai (45), ibu berstatus janda dengan 2 orang putra dan 1 putri, merasa seperti mimpi di siang bolong saat mendapatkan kunjungan secara langsung dari Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Ny. Ayu Pastika, Rabu (1/3). Kunjungan dimaksudkan untuk menyerahkan bantuan bedah rumah yang dilaksanakan secara simbolis dengan peletakan batu pertama kepada keluarga Gusti Made Rai yang masuk sebagai salah satu Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Banjar Temega Sukra, Kel. Padang Kerta, Kec. Karangasem, Kabupaten Karangasem.

Seperti diceritkan Gusti Made Rai, Ia harus menghidupi keluarganya seorang diri setelah suaminya meninggal dunia karena penyakit asma sekitar 1,5 th lalu. Ekonomi yang minim membuatnya harus bekerja keras secara serabutan. Penghasilan yang didapat pun terbilang kecil sekitar Rp 20 per hari, yang hanya cukup untuk makan sehari-hari. Rumah yang ditempati sangat jauh dari layak huni, sebuah gubuk berlantai tanah berdinding gedeg, yang dimanfaatkan sebagai tempat memasak serta tempat istirahat dimalam hari. Ia mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut, “Tiang ngaturang suksema majeng ring Bapak Gubernur Bali sareng Ibu Ayu Pastika, tiang ampun polih bantuan bedah rumah,” ujarnya lugu dalam bahasa Bali.

Ny. Ayu Pastika pada kesempatan itu menyampaikan kegiatan Bakti Sosial yang dilaksanakan TP PKK serangkaian HUT Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-45, yang khusus menyasar keluarga-keluarga RTS guna meringankan beban yang ditanggung, serta mendukung program Pemprov Bali dalam mengentaskan kemiskinan. “Kami melaksanakan kegiatan bakti sosial untuk menyasar keluarga-keluarga seperti keluarga Ibu Gusti Made Rai ini, agar bisa meringankan beban kehidupan mereka. Seperti kita lihat, keadaan keluarga ini sangat layak kita berikan bantuan,” ujar Ayu Pastika seraya menjelaskan bantuan yang diserahkan merupakan CSR hasil kerjasama Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Provinsi Bali , Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Bali, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, serta Yayasan Peradi. “Tidak menutup kemungkinan bantuan yang akan kami salurkan akan terus bertambah, apabila ada donatur-donatur dari istansi, organisasi lain, maupun individu yang ingin menyalurkan bantuan akan kami bantu. Untuk saat ini, bantuan yang sudah kami salurkan dari awal tahun 2017 sudah sebanyak 10 unit,” imbuh istri orang nomor satu di Bali tersebut.

Lebih jauh, Ny. Ayu Pastika menjelaskan karena bantuan yang disalurkan berupa CSR senilai Rp 30 juta yang tidak kena potongan pajak, sehingga dana yang diterima pun full untuk pembangunan bedah rumah. Pengerjaan bangunan menurutnya diserahkan kepada pihak desa, yang diharapkan pemanfaatan dananya bisa lebih dipertanggungjawabkan. “Untuk pengerjaan kami melibatkan tanggung jawab Kepala Desa, sehingga dana yang diberikan benar-benar bisa dimanfaatkan dengan baik. Jadi kami berharap pembangunannya betul-betul diawasi. Kami juga berharap ikut andil untuk peduli kepada sesama yang membutuhkan, misalnya ikut gotong royong,” pungkas Ayu Pastika

Pada kesempatan yang sama, Ny. Ayu Pastika juga mengunjungi lokasi berbeda untuk menyerahkan secara simbolik bantuan bedah yang pembangunannya sudah usai kepada keluarga Nyoman Kariada (41) bersama istrinya Putu artini (41), di Desa Pidpid, Kec. Abang, Karangasem. Tak hanya bantuan bedah rumah, di dua lokasi tersebut Ny. Ayu Pastika juga turut menyerahkan bantuan paket sembako serta beras, sebagai penguatan ekonomi kedua keluarga tersebut selama beberapa hari kedepan.

Sementara itu, Sekretaris Camat Abang, I Gede Geden, yang kala itu turut mendampingi kunjungan menyatakan Kecamatan Abang merupakan kecamatan dengan desa terbanyak di Karangasem, yakni sebanyak 14 desa. Dengan jumlah sebanyak itu, jumlah kk miskin pun terbilang sangat banyak. Disamping itu juga, menurutnya juga terdapat warga dengan gangguan mental yang jumlahnya tidak bisa dibilang sedikit yakni sekitar  50 orang. Untuk itu, Ia sangat berharap bantuan-bantuan yang digelontorkan Pemprov Bali kedaerah itu semakin meningkat kedepannya. (SB-humprov)

Comments

comments