Ayu Pastika Minta Dekranasda Sinergikan Program Guna Mendorong Kemajuan Pengerajin

41

SULUH BALI, Denpasar – Jajaran pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali dan Kabupaten/kota diminta dapat mensinergikan program dengan Dekranas pusat sehingga tercipta satu program yang fokus , efektif dan efisien dalam mendukung kemajuan pengrajian Bali. Demikian disampaikan Ketua Dekranasda Provinsi Bali , Ny. Ayu Pastika,  di sela sela acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dekranas sekaligus Pameran Hari Ulang Tahun ke-36 Dekranas yang digelar di Gedung Smesco Convention Centre, Jakarta, Selasa (17/5).

”Program apa yang dikembangkan oleh pusat dan sesuai kebutuhan pasar itu yang kita kembangkan dan galakkan, jangan sampai pusat kembangkan program A, provinsi kembangkan program B, Kabupaten/Kota kembangkan program C, itu tidak akan nyambung dan bisa saja tidak berkembang,” ujar Ayu Pastika.

Dalam Rakernas yang mengusung tema ‘Perajin Kreatif di Era Digital’ Ayu Pastika mengingatkan agar ara pengurus Dekranasda untuk ikut mengikuti perkembangan teknologi sehingga bisa optimal dalam memberikan pembinaan terkait pemanfaatan teknologi khususunya di sektor produksi yang bisa membantu menambah kuantitas produksi dan mempercepat waktu pengerjaan, sektor kemasan agar lebih menarik dan memperlihatkan mutu, maupun pemasaran untuk mengurangi cara-cara konvensional.

“Kerajinan itu sebagian besar kan masih hand made, tapi kan tidak menutup kemungkinan ada bagian-bagian yang bisa memanfaatkan teknologi. Selama bisa dibantu dengan teknologi ayo manfaatkan, karena dengan pemanfaatan teknologi tentu saja dapat menekan biaya, biaya yang kecil tentu keuntungan yang diperoleh akan semakin besar,” ujar istri orang nomor satu di Bali tersebut.

Lebih jauh, Ayu Pastika berharap pameran yang dirangkaikan dengan acara Rakernas ini dapat menjadi wahana untuk memperkenalkan produk unggulan inovasi baru milik Pengrajian Bali sehingga dapat meningkatkan daya saing dan kualitas produk. Ia juga berharap  semakin banyak anak muda Bali yang tergugah untuk memiliki semangat kewirausahan untuk menekuni bisnis kerajinan.

Karena menurutnya  hal ini merupakan peluang besar mengingat kerajinan Bali sangat direspon positif di Indonesia maupun di mancanegara. “Dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), kesempatan pengrajin kita makin terbuka lebar. MEA ini hendaknya dimaknai sebagai peluang dan bukan ancaman. Untuk bersaing tentunya kita harus memiliki produk yang berkualitas yang dibarengi dengan inovasi dan kreasi, pastinya,” imbuh Ayu Pastika yang pada saat itu didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Ni Wayan Kusumawati.

Sementara itu Ketua Umum Dekranas, Ny. Mufidah Jusuf Kalla, yang membuka Rakernas Dekranas 2016 pada saai itu menyampaikan menyampaikan pentingnya memasukan seni kerajian  ke dalam kurikulum para siswa melalui kegiatan ekstra kurikuler, baik itu dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK. Menurutnya hal ini merupakan upaya melestarikan kerajinan yang  merupakan warisan leluhur.

Ia juga mengimbau agar pengrajian  memanfaatkan sumber daya yang ada dan menggunakan bahan baku produk dalam negeri agar bisa mengurangi ketergantungan bahan baku yang berasal dari luar negeri. Ia juga sangat berharap upaya pembinaan yang dilakukan Dekranasda di daerah pada  akhirnya dapat mensejahterakan para pengrajin.  Acara Rakernas juga dihadiri Pembina Dekranas  Ny. Iriana Joko Widodo, dan para pengurus Dekranasda dari seluruh Indonesia

Khusus untuk kegiatan  pameran Dekranasda Provinsi Bali menampilkan produk unggulan diantaranya kain berupa songket, endek dan rangrang, perhiasan berbahan emas dan perak, serta anyaman berbahan ate. (SB-humprov)

Comments

comments