Ketua TP PKK Ayu Pastika saat menaman tanaman penghijauan (foto humas.Bali) .

SULUH BALI, Bangli — Sampah plastik merupakan acaman yang sangat besar bagi alam karena sangat sulit terurai dalam tanah, dan membutuhkan waktu bertahun-tahun sehingga menimbulkan permasalahan tersendiri dalam penanganannya.

Jika dalam jumlah banyak dan dibiarkan begitu saja, plastik akan menjadi racun yang mengganggu kesuburan tanah dan keindahan. Karena racun dari partikel plastik ketika masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai seperti cacing. Plastik juga menggangu sirkulasi udara dalam tanah yang berpengaruh buruk pada kesuburan tanah.

Tidak hanya itu, di dalam air, sampah plastik juga menggangu aliran sungai. Untuk itu kepedulian seluruh komponen masyarakat terhadap bahaya plastik harus segera dibangun dari dalam lingkup yang paling kecil yaitu keluarga.

Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika, saat diwawancarai oleh awak media disela-sela pelaksanaan kegiatan Gerakan Bersih Sampah Plastik dan Penanaman Pohon Serangkaian Hari Peduli Sampah Nasional yang dipusatkan di Museum Geo Park, Penelokan, Kintamani, Bangli, Jumat (26/2).

Sebagai organisasi yang menyandang predikat TP PKK Peduli Lingkungan, Ayu Pastika menegaskan bahwa TP PKK Provinsi Bali akan terus berkomitmen membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan salah satunya dengan menjadikan gerakan bersih sampah plastik menjadi agenda prioritas yang harus digencarkan secara berkelanjutan, dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat dimulai dari tingkatan keluarga untuk berprilaku hidup bersih dengan mengumpulkan sampah-sampah terutama sampah plastik demi kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya Pemprov Bali yang menargetkan Bali untuk segera bebas dari sampah plastik, di samping sebagai implementasi salah satu program Bali Mandara yaitu mewujudkan Bali sebagai provinsi hijau (Green Province).

“Plastik memang relatif murah , namun plastik lambat laun akan menjadi ancaman yang menakutkan bagi lingkungan kita. Melalui kesempatan ini saya himbau masyarakat mulai meminimalisir penggunaan plastik dalam kehidupan sehari hari dan juga mulai mengumpulkan sampah plastik yang dihasilkan dari sampah rumah tangga. Alangkah baiknya lagi kalau sampah plastik tersebut bisa dimanfaatkan sehingga bersifat ekonomis, sesuai dengan konsep 3 R (Reuse,Reduce dan Recycle)” ujarnya.

Lebih jauh Ny. Ayu Pastika menjelaskan dipilihnya Kabupaten Bangli sebagai pusat pelaksanaan kegiatan tersebut karena Bangli yang tidak terlalu luas, namun memiliki banyak potensi pariwisata alam yang indah. Dan potensi tersebut akan sia-sia apabila tidak ada usaha baik dari masyarakat maupun pemerintah kabupaten untuk menjaga dan memelihara potensi yang dimiliki maupun daerah tujuan wisata yang sudah ada.

“Bangli kan kecil, tapi potensi dari segi pariwisatanya, tentunya kita ikut mengamankan disini, jika lingkungan daerah wisatanya kotor kan tidak bagus bagi kenyamanan wisatawan, jadi kita ikut serta dan mengajak jajaran pemerintah Kabupaten Bangli untuk peduli kepada lingkungan terutama terhadap sampah plastiknya,” pungkas istri orang nomor satu di Bali tersebut.

Kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah pusat, perwakilan seluruh SKPD di lingkungan Provinsi Bali, Unsur TNI/POLRI, unsur pendidikan, pelaku usaha dan masyarakat se-Kecamatan Kintamani yang jumlahnya mencapai 2000 orang dilakukan secara serentak di seluruh Kabupaten dan kota seBali dan dihadiri oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Bupati bangli Made Gianyar.

Acara juga diisi dengan kegiatan peninjauan pameran 3 R (Reuse, Reduce dan Recycle), pelepasan burung dan penanaman pohon Ampupu dan Puspa, serta penyerahan bantuan dari instansi-instansi lainnya diantaranya penyerahan 25 buah tong sampah dari PT Jamkrida Bali Mandara , PT. BPD, PT. ITDC, dan PT. Jasa Marga Bali Tol, serta penyerahan 1.500 batang pohon bambu dari PT. Karya Tangan Indah. (SB-ant)

Comments

comments