Ayu Pastika Harap Semua Pihak Berpartisipasi Dalam Penanggulangan Kanker

17

SULUH BALI, Denpasar – Kanker merupakan penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian. Menurut data WHO, 90-95 % kejadian penyakit kanker akibat pengaruh pola hidup yaitu 30-35% akibat faktor makanan, 20-30% oleh tembakau/rokok, 10-20% karena kegemukan atau kurang olah raga dan 4-6% karena konsumsi alkohol dan hanya 5-10% yang berhubungan dengan genetik atau keturunan.

Demikian disampaikan Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Bali (Koordinator) Ny. Ayu Pastika pada Acara Penilaian Pelaksana Terbaik Kegiatan Penanggulangan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP) YKI Cabang se-Bali Tahun 2016 yang dilaksanakan di SMP N 3 Seririt, Buleleng pada Senin (24/10).

“Umumnya sebelum kanker meluas atau merusak jaringan di sekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada keluhan atau gejala, biasanya penyakitnya sudah lanjut. Banyak faktor yang mengakibatkan kanker, namun faktor lingkungan merupakan faktor dominan sebagai penyebab penyakit kanker,” ungkap Ny. Ayu Pastika dalam sambutannya.

Dilanjutkan Ny. Ayu Pastika, sesuai dengan Global action WHO tahun 2014 dikatakan bahwa 40% penyakit kanker ini dapat dicegah, 40% lagi dapat disembunyikan dengan syarat ditemukan dalam stadium dini dan hanya 20% diantaranya harus mendapatkan perawatan paliatif, yaitu perawatan yang hanya meningkatkan kualitas hidup pasien oleh karena penyakit kankernya sudah lanjut dan tidak dapat disembunyikan lagi.

“Di Indonesia, pada tahun 2014 terdapat angka kematian penyakit kanker sebesar 195.300 orang dari jumlah penduduk 247 juta orang dan profil terbanyak penyakit kanker di Indonesia adalah kanker paru untuk laki-laki dan kanker payudara untuk perempuan,” ungkapnya.

Untuk itu, Ny. Ayu Pastika mengajak semua pihak untuk ikut berpartisipasi dalam penanggulangan terjadinya penyakit kanker yang lebih banyak lagi. Lebih lanjut, ia menghimbau kepada kalangan masyarakat untuk menyadari dan turut serta sebagai agen perubahan khsusunya terhadap pola hidup yang kurang sehat sehingga terhindar dari penyakit kanker.

“Oleh karena itu, semua pihak harus ikut berpartisipasi dalam penanggulangan kanker. PKTP ke sekolah ini menjadi program unggulan dari YKI di daerah Bali sebagai upaya meningkatkan pengertian dan kesadaran masyarakat melalui anak-anak sekolah yang diharapkan akan menjadi agen perubahan dilingkungannya terutama di keluarga. ” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua YKI Cabang Buleleng Ny. Aries Suradnyana dalam sambutannya mengatakan jika dirinya siap bersinergi dengan YKI cabang Bali demi penanggulangan penderita kanker yang saat ini amsih cukup tinggi.

“Kami siap bersinergi dengan YKI cabang Bali untuk menanggulangi penyakit kanker. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada YKI cabang Bali atas berbagai programnya dalam membantu masyarakat Buleleng. Saya berharap penyebarluasan informasi ke masyarakat dalam mencegah penyakit kanker bisa sedini mungkin,” ucap Ny. Aries Suradnyana.

Hal senada juga diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng I Gusti Nyoman Mahapramana mengatakan jika pencegahan dan deteksi dini kanker merupakan hal terpenting agar terhindar dari penyakit kanker. (SB-humprov)

Comments

comments