Ayu Pastika Bermain dengan Anak Pengungsi di Telagatawang

32
Ayu Pastika sedang memberi semangat pada anak anak pengungsi yang lomba makan kerupuk (foto humas.Bali).

SULUH BALI, Karangasem — Suasana ceria kembali tersirat di wajah anak-anak ini. Keresahan dan kepanikan yang dirasakan para pengungsi akibat ditetapkannya Gunung Agung berstatus Awas, menjadi hilang tatkala kedatangan Ny Ayu Pastika yang mengunjungi Posko Pengungsi di Desa Telagatawang, Kecamatan Sidemen, Karangasem, Senin (2/10).

Melihat begitu banyaknya anak-anak yang berkumpul usai sekolah, Ny Ayu Pastika tergerak untuk mengajaknya bermain-main, untuk membuat mereka kembali bersemangat dan gembira. Merasa terharu, secara spontanitas Ny Ayu Pastika mengadakan lomba untuk anak-anak, diantaranya lomba makan krupuk, lomba lari kelereng, lomba ambil koin, dan tarik tambang. Dan yang unik adalah mereka semua menjadi juara satu, sehingga semua mendapat hadiah dari istri orang nomor satu di Bali ini.

“Ini spontanitas saja, tadi saya juga tidak membawa apa-apa, harus ada sesuatulah yang saya berikan biar mereka semangat di tempat seperti ini. Dan tadi sempat merasa terharu melihat anak-anak antusias sekali, mungkin karena hiburan seperti ini kurang,” kata Ny Ayu Pastika. Bukan hanya anak-anak yang tersirat keceriaannya, ibu-ibu dan pegungsi lainnya pun ikut terhibur oleh canda tawa anak-anak.

Sebelumnya, Ny Ayu Pastika dan rombongan TP PKK, Dekranasda, YKI dan BK3S Provinsi Bali melebur bersama-sama pengungsi dan mengajak masyarakat memasak bakso ikan di Wantilan Banjar Dinas Kebon, Desa Telagatawang. Anak-anak yang usai bermainpun ikut menyantap bakso ikan yang bergizi tersebut.

“Tadi kebetulan saya memasak bakso ikan, karena memang anak-anak perlu makanan ikan, dan tidak menyangka habis semua. Orangtua juga saya berikan masukan supaya anak-anak dicukupi gizinya dari ikan,” ujarnya.

Menurut Perbekel Desa Telaga Tawang, I Nyoman Sukarma, tercatat sebanyak 970 orang mengungsi di Desa Telaga Tawang, tersebar di lima lokasi pengungsian, yaitu di Banjar Kebon, Banjar Lantang Katik, Banjar Kebung, Banjar Kebung Kauh, dan Banjar Telagatawang. Diantara sejumlah pengungsi tersebut terdapat anak-anak sebanyak 204 orang dari usia balita sampai SD, sebanyak 50 orang usia SMP dan lansia sebanyak 86 orang. Semua anak-anak tersebut sudah ditampung bersekolah di Desa Telagatawang dan sekitarnya, yaitu ada yang di PAUD, SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Telagatawang serta di SMP terdekat.

Sampai saat ini bahan-bahan makanan untuk pengungsi seperti beras, mie, dan minyak goreng masih cukup. Walaupun ada kesulitan gas untuk memasak makanan di dapur umum, namun sementara bisa tercukupi dengan cara mengambil terlebih dahulu ke toko dan mengajukan biayanya ke pemerintah kabupaten.

Sebagian besar pengungsi berasal dari Desa Pering Sari Kecamatan Selat. Kepala Dusun Padang Aji Kawan, I Gusti Dirgantara menuturkan, wilayahnya memang termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) II dan sebagian di KRB I. Pihaknya berharap kondisi ini segera berlalu sehingga masyarakatnya dapat kembali ke tempat asalnya.

Pada kesempatan terdahulu Ny. Ayu Pastika juga menyerahkan bantuan ke tempat-tempat pengungsian, dari Febrrys Hotel berupa 35 kompor, 35 gas, dan kabel regulator. Dan dari PPIT (Perkumpulan Paguyuban Indonesia Tionghoa) berupa 15 kompor, 15 gas ukuran 5,5 liter, gas regulator, dan 20 dus pop mie, yang dihadiri oleh Bapak Wirawan Hadi.

Pada kesempatan itu Gubernur Bali Made Mangku Pastika juga menyempatkan mampir sejenak, usai meninjau Pos Pengamatan Gunung Agung di Rendang.  (SB-humas.Bali)

 

 

Comments

comments