Atasi Kemacetan di Bundaran Tuban, Wagub Akan Bangun “Underpass”

0
377

SULUH BALI, Mangupura – Kepadatan kendaraan yang melintas dari arah Jimbaran menuju Bundaran  Ngurah Rai kerap mengalami kemacetan.

Begitu pula yang terjadi dari arah Sunset Road menuju bundaran di tambahan dengan kendaraan yang keluar dari sehingga kemacetan semakin menumpuk terutama di jam padat kendaraan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta akan menggenjot pembuatan jalan Underpass. Dimana Underpass‎ tersebut nantinya akan menghubungkan jalan dari By Pass Ngurah Rai Kedonganan menuju By Pass Ngurah Rai Tuban. Sehingga kemacetan diharapkan bisa tersolusikan untuk kedepannya.

“Waktu pembuatan bundaran Ngurah Rai sudah ada konsep pembuatan Underpass. Tapi setelah proyek bundaran selesai, underpass malah hilang. Kemarin kita sudah menyampaikan hal ini  ke Kementerian PU, untuk di bundaran Ngurah Rai harus segera dibuatkan jalan underpass. Untuk mengantisipasi kemacetan di masa mendatang,”terang Sudikerta disela-sela kunjungan kerja terkait pengelolaan VIP I dan II Bandara I Gusti Ngurah Rai, sekaligus memantau traficc di bundaran Ngurah Rai, Senin (11/5/2015).

Sudikerta menambahkan, nantinya akan ada 2 Underpas lagi. Dimana selain di bundaran Ngurah Rai, nantinya akan ada satu underpass lagi di jalan Gatot Subroto barat. Sementara terkait pengelolaan VIP I dan II Bandara, dirinya menginstruksikan sejumlah perbaikan isinya dan pembenahan fasilitas ‎yang ada.

“Itu sudah kita koordinasikan dengan GM, Kepala Otoritas Bandara, CO GM untuk memperbaikinya. Sedangkan untuk‎ pengelolaannya mengacu kepada Pergub, dimana VIP I dan II‎ yang boleh memanfaatkan adalah Pemerintah. Itu harus dibenahi sekarang dan kita akan buat suratnya untuk segera ditindaklanjutinya,”‎tegas Sudikerta.

‎Sementara itu Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional VIII,‎ Syaiful Anwar ‎menerangkan, berdasarkan hasil kunjungan Wagub ke Jakarta kemarin, disimpulkan bahwa dari sisi kemacetan dan traffic, adanya underpass di bundaran Ngurah Rai sudah pantas di realisasikan.‎

Namun hal tersebut tentunya ada tahapan kegiatannya, mulai dari FS, Study Amdal, study lahan, DED setelah itu baru ke pelaksanaan.

“Sudah ada skala perioritas tahapannya. Tentunya itu kita akan suport terus dari kementerian, untuk percepatan pembuatan underpass. Pemda maunya tahun 2017 sudah konstruksi, tapi kita ada tahapan mekanismenya. Ini akan kita coba menyesuaikan mekanisme kita dengan program wagub,”terang Anwar.

Anwar menambahkan kendala yang mungkin menjadi pertimbangan pihaknya kedepan adalah menyangkut lahan. Hal tersebut karena terkait estimasi yang memerlukan 500 meter jalan untuk dilebarkan, serta pembebasan 50 meter untuk disiapkan.

“Tahapannya ini nanti akan diteliti oleh konsultan‎. Sekarang percepatan pengadaan konsultan‎ ini yang harus step up kedepan. Yang jelas nantinya dari ujung ke ujung trotoar kita perlu space 50 meter. Bisa saja lahan warga juga nantinya kena, tapi kita lihat dulu keperluannya kedepan,”Tambahnya.

Jika proyek pembangunan Underpas di Bundaran Tuban ini untuk pendanaannya selain menggunakan APBN, nantinya juga bisa lewat simultan melalui sharing‎ pendanaan dengan pemerintah daerah. ‎(SB-Ijo)

Comments

comments