Asia Pasifik Perlu Reformasi Struktural

36

SULUHBALI.CO, Nusa Dua – Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa negara-negara di kawasan Asia Pasifik perlu melakukan reformasi struktual sebagai prioritas untuk memperluas potensi ekonomi di tengah menurunnya pertumbuhan khususnya di negara berkembang.

“Negara-negara Asia Pasifik perlu melakukan reformasi struktural dalam memperluas potensi pertumbuhannya, yang menyisakan satu hingga dua persen di bawah level prakrisis,” katanya saat pertemuan tingkat Menteri Keuangan APEC di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat.

Dia menyebutkan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang cepat, negara berkembang harus menambah dua kali lipat upayanya untuk mengurangi kemandekan ekonomi dengan meningkatkan iklim investasi, penanaman modal dalam bidang infrastruktur, meningkatkan jumlah tenaga kerja dan mendorong produktivitas.

Menteri Keuangan 2005-2010 itu menjelaskan bahwa di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti, pertemuan Menteri Keuangan APEC di bawah keketuaan Indonesia, telah mampu mengidentifikasi pembiayaan infrastruktur sebagai salah satu prioritas dalam diskusi tahun 2013.

“Di tahun yang tak menentu ini, sangat penting untuk memfokuskan pada investasi jangka panjang dan stabil,” ujarnya.

Ia menambahkan di negara berkembang, total pembiayaan infrastruktur diperkirakan mencapai sekitar 1-1,5 triliun dolar Amerika Serikat per tahun.

Bank Dunia, kata Sri, telah memulai pembentukan Fasilitas Infrastruktur Global sebagai langkah untuk meningkatkan sumber daya pemerintah dan swasta.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyoroti langkah Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, yang menunda pengurangan stimulus, yang dinilainya sebagai langkah positif dalam jangka pendek baik untuk negara berkembang maupun negara berpendapatan tinggi.

“Ini saatnya bagi penentu kebijakan untuk meraih momentum dan menuntaskan masalah domestik serta mengurangi tekanan finansial eksternal,” katanya. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.