Arya Weda Bantah Lakukan Persekusi Pada Ustadz Abdul Somad

360
Arya Wedakarna lakukan jumpa pers (foto rio).

SULUH BALI, DENPASAR – Anggota DPD-RI Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK)  membantah jika dirinya melakukan aksi penolakan terhadap Ustadz Abdul Somad saat hendak berdakwah di Bali beberapa waktu lalu.

AWK menyatakan dirinya tidak terlibat dalam penolakan dan penghasutan terhadap UAS selama berada di Bali. “Tidak ada bukti satu pernyataan pun kalau saya menolak UAS selama kegiatan keagamaan di Bali. Tidak ada bukti satupun yang mengarah ke saya yang melakukan penghasutan maupun provokasi penolakan UAS baik secara langsung maupun melalui media sosial,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor DPD RI Bali pada, Rabu (13/12/2017).

Menurut AWK, saat ini kasusnya sudah dilaporkan ke Mabes Polri dan BK DPD RI. Sebagai warga negara yang baik, dia berjanji untuk memenuhi semua panggilan kepolisian. Namun ia balik menantang, jika dipanggil pihak kepolisian, maka AWK akan membeberkan sejumlah pekerjaan rumah dari Polri yang belum diselesaikan hingga saat ini. “Ada juga banyak PR yang belum diselesaikan dari Polri misalnya kasus pelecehan pecalang Bali, kasus pelecehan figur dewa dalam agama Hindu dan sebagainya,” ujarnya. Saat ini dirinya sedang siapkan bukti-bukti yang mendukung. “Saya sesalkan bukti-bukti yang dilaporkan yang tidak memenuhi unsur hukum,” ujarnya.

Ia menjelaskan saat ini pihaknya sudah siap diperiksa oleh Mabes Polri dan Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. AWK dilaporkan karena dianggap memprovokasi masyarakat Bali sehingga terjadi dugaan persekusi terhadap Ustad Abdul Somad beberapa hari lalu di Aston Hotel Denpasar. AWK diduga telah menjadi dalang penghadangan Ustad Abdul Somad (UAS) yang akan melakukan safari dakwah Maulud Nabi SAW pada tanggal 8-9 Desember lalu.

Menurut Wedakarna, dirinya sebagai wakil rakyat memang sudah selayaknya mendengarkan semua aspirasi masyarakat termasuk masyarakak dari berbagai agama di Bali. Terkait dengan kasus UAS, memang ada 6 Ormas di Bali yang melakukan penolakan. Dirinya mengaku mendengar itu dan menampung aspirasi tersebut. Bahkan ada masyarakat yang datang mengadukan masalah ini ke dirinya. “Kami diminta bantuannya untuk meredam masalah itu. Selaku wakil rakyat saya wajib menindaklanjutinya.

Pada hari H, terdapat tindakan yang katanya dilakukan Ormas, ada demonstrasi. Dan pada saat yang sama muncul fitnah bahwa saya memprovokasi hal tersebut,” ujarnya. Ia menegaskan, jika dirinya tidak memiliki hubungan dengan berbagai Ormas yang ada tersebut. Walau demikian, dirinya tetap menghimbau agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan Bali. (SB-Rio) 

 

Comments

comments