Artikel : Tepat Rotasi Jabatan Panglima TNI

23

Oleh : L. Airlangga

K

eputusan Presiden Joko Widodo mencalonkan secara tunggal KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantikan Gatot Nurmantyo sudah tepat, apalagi fit and proper test yang dilakukan Komisi I DPR RI terhadap lulusan AAU tahun 1986 tersebut juga berjalan mulus.

Setidaknya dengan Hadi Tjahjanto jadi Panglima TNI maka masa jabatannya masih panjang dibamdingkan KSAL dan KASAD, sehingga untuk membenahi reformasi internal dalam tubuh TNI yang dinilai berbagai kalangan belum baik, Hadi akan memiliki waktu yang cukup. Indikator reformasi internal TNI yang berhasil adalah kesejahteraan meningkat dan perwira TNI akan lebih bangga berkarir setinggi mungkin hanya di institusi TNI bukan institusi lainnya apalagi institusi sipil dan berbagai indikator lainnya.

Selain itu, terpilihnya Hadi dan berjalannya rotasi jabatan Panglima TNI dari ketiga angkatan menunjukkan mereka memiliki peluang sama jadi orang nomor satu di TNI. Terpilih karena kualitas, bukan karena manuver politik atau semangat korps yang sempit. Terpilihnya Hadi diyakini TNI akan “lebih rela” back to barracks dan menjauhi perilaku politik praktis yang membahayakan keutuhan NKRI. Netralitas TNI dari hingar bingar politik praktis menjadi penting, apalagi menjelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

Tidak hanya itu saja, usia Panglima TNI dan Kapolri yang sebaya juga memudahkan berkoordinasi dan berkomunikasi secara lebih baik.
Bahkan Presiden Jokowi ingin kembali memberlakukan rotasi jabatan Panglima TNI seperti era Presiden sebelumnya, karena dipercaya akan memperkuat solidaritas TNI dibandingkan jabatan prestisius itu dimonopoli satu angkatan saja. Ingat, solidaritas TNI salah satu kunci pertahankan keutuhan NKRI.

Terakhir dalam berbagai pemberitaan media massa, Gatot Nurmantyo sendiri setuju dengan pilihan Presiden Jokowi yang mencalonkan tunggal (sole candidate) Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI.

Selamat bertugas Panglima TNI yang baru. Jaga dan laksanakan amanah ini secara baik dan pertanggungjawabkan dunia akherat.

Penulis adalah CEO Strategic Assessment

Comments

comments