Artikel | Menyimak Aksi Calon Pemimpin di Media Sosial “Facebook”

161

Oleh :I Wayan Supadma Kerta Buana

Media sosial yang tanpa batas dapat dinikmati dan diakses oleh seluruh lapisan masyarakat memberikan kesempatan terbuka untuk mengenal lebih jauh tentang informasi terkini dewasa ini. Saat ini media sosial tidak hanya diakses oleh generasi muda seperti diawal keberadaanya, akan tetapi  kini berbagai kalangan juga memanfaatkan media sosial saat menjamurnya smartphone yang menyediakan akses media sosial terlengkap.

Berbagai media sosial yang ada, twitter dan facebook adalah yang paling populer di kalangan masyarakat saat ini. Facebook (FB) merupakan tren media sosial yang paling banyak dimanfaatkan saat ini. Media sosial yang pertama kali dirancang oleh Mark Zuckerberg ini telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat mulai dari pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, akademisi, bahkan sampai dengan pejabat penting turut serta dalam memanfaatkan media sosial yang satu ini.

Bahkan saat ini pemanfaatan media sosial facebook sudah masuk keranah politik sebagai media untuk pengenalan figur bakal calon-calon pemimpin yang akan bertarung memperebutkan posisi kepala daerah. Sebagai contohnya telah banyak munculnya akun-akun yang mengatasnamakan perseorangan yang akan menjadi bakal calon pemimpin menjelang ajang pemilihan umum kepala daerah yang akan dilaksanakan secara serentak di 6 kabupaten/Kota se-Bali mendatang

Hingga saat ini KPU belum membuka secara resmi pendaftaran bakal calon kepala Daerah, namun cara-cara menebar pesona di media sosial telah gencar  dilakukan. Semua itu bertujuan untuk memikat hati masyarakat dan juga sebagai salah satu cara untuk menaikkan elektabilitas dan hasil survey sehingga bisa mendapatkan rekomendasi sakti dari partai induk untuk menjadi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati maupun Walikota dan Wakil Walikota.

Sudah banyak hal yang telah ditunjukan oleh akun-akun calon-calon pemimpin di media sosial facebook seperti misalnya pembagian sembako, bantuan kepada masyarakat miskin, simakrama (pertemuan), menunjukan dukungan relawan, dan segala kegiatan yang dilakukan di masyarakat sebagai bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat bawah. Tidak hanya menunjukan status dalam bentuk tulisan, pada akun-akun tersebut  juga menunjukan foto-foto kegiatan aksi sosialnya di tengah-tengah masyarakat.

Keberadaan akun-akun figur calon pemimpin yang akan bertarung di pemilukada mendatang di media sosial tentu menjadi sebuah kemudahan bagi setiap masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh figur calon pemimpin dan kegiatan-kegiatan yang dilakukannya. Selain mengenal dengan fasilitas komentar masyarakat bisa bebas bersuara dalam menanggapi foto-foto kegiatan ataupun tulisan-tulisan yang dimuat pada akun calon pemimpin yang bersangkutan.

Disisi lain, seorang calon pemimpin yang telah memanfaatkan akun media sosial facebook ini akan dapat mengenalkan diri secara leluasa kepada masyarakat umum. Pengenalan ini sangat diperlukan untuk memperoleh simpati dan dukungan  mengingat syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang calon pemimpin adalah simpati dan dukungan.

Namun demikian, untuk memperoleh dukungan dan simpati pemanfaatan media sosial facebook bagi figur calon pemimpin mestinya tidak hanya sebagai sebuah pencitraan positif  menjelang  pemilihan umum kepala daerah saja.

Menunjukan kegiatan-kegiatan positif seperti kegiatan sosial tidak serta merta akan memancing reaksi positif dari masyarakat umum, ini juga akan memancing komentar-komentar negatif  dari seseorang yang antipati atau belum mengenal sosok figur calon pemimpin itu. Inilah yang akan menjadi ujian berat bagi seorang calon pemimpin untuk meyakinkan masyarakat bahwa apa yang ditunjukan di media sosial facebook tidak hanya sebagai sebuah pencitraan semata.

Selain itu, media sosial juga tidaklah  ukuran yang mutlak bagi masyarakat untuk percaya dan kemudian akan menjatuhkan pilihannya kelak.  Jejak track record seorang calon pemimpin akan menjadi dasar yang kuat masyarakat dalam menentukan sebuah pilihan. Gambaran tentang kegiatan-kegiatan sosial semata dalam sebuah postingan kata-kata ataupun foto-foto tidak begitu besar akan berpengaruh. Sepak terjang karir yang bebas dari hal-hal buruk akan lebih besar berpengaruh sebagai sebuah citra dimata  masyarakat umum.

Calon pemimpin yang m emiliki pengalaman telah melaksanakan kebenaran akan menjadi modal sebagai nilai positif dimata masyarakat. Menegakkan kebenaran ini adalah senjata ampuh seorang calon pemimpin  karena kebenaran  itu yang kemudian akan mejaga kepercayaan masyarakat kepadanya. Hal ini sejalan dengan konteks nilai falsafah Hindu yang berbunyi “Dharma Raksatah, Dharma Raksitah” yang artinya Siapa yang menjaga Dharma (kebenaran), maka Dharma kebenaran) itu yang akan menjaganya. Ketika seorang pemimpin memiliki tujuan baik dengan landasan kebenaran dalam menunjukan diri pada media apapun itu, sudah pasti kesejahteraan rakyat dan daerah yang akan dipimpinnya akan bisa tercapai dimasa kepemimpinnya kelak.*

Comments

comments