Artikel: Melawan Mental Korup

163

Membentuk Pemuda Berkarakter

 

Pemuda ujung tombak menuju bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat dan sejahtera. Dalam sejarah peradaban bangsa, pemuda merupakan aset bangsa yang sangat mahal dan tak ternilai harganya. Kemajuan atau kehancuran bangsa dan negara banyak tergantung pada kaum mudanya sebagai agent of change (agen perubahan). Pada setiap perkembangan dan pergantian peradaban selalu ada darah muda yang mempeloporinya.

 

Bung Karno dalam pidatonya yang berapi-api dan semangat membara mengatakan :

“Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia.”

 

Soekarno Penyambung Lidah rakyat Indonesia

Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya

Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia

 

 

Tidak bisa dielakkan bahwa masa depan bangsa dan negara Indonesia ini terletak di tangan generasi muda. Inilah generasi yang akan menjawab berbagai tantangan di masa depan dengan berbagai komplesitasnya. Pemuda merupakan salah satu elemen bangsa yang selalu menjadi garda depan dalam menghadapi berbagai persoalan bersama. Dalam sejarahnya, fakta menunjukkan bahwa pemuda adalah elemen utama yang melahirkan momen-momen penting dalam sejarah peradaban manusia dari masa yang lampau hingga ke masa yang kini.tidak hanya di Indonesia di berbagai negarapun pemuda selalu menjadi tokoh utama perubahan bangsa.

Revolusi kemerdekaan Amerika Serikat digerakan oleh pemuda. Pondasi negara adidaya itu dibangun oleh pemuda seperti Benjamin Franklin, George Washington, John Adams, Thomas Jefferson, John Jay, James Madison, dan Alexander Hamilton, untuk menyebut beberapa di antaranya. Gerakan perlawanan dan upaya mereka membangun sebuah bangsa dan negara baru di paruh kedua abad-18 itu telah mempengaruhi kehadiran gerakan serupa di Eropa. Gebrakan lagi dilakukan awal abad-21 kaum muda Amerika Serikat kembali membuat perbedaan. Barack Obama seorang politisi muda keturunan Afrika menjadi presiden dan memimpin Amerika Serikat dengan pendekatan yang berbeda, lebih humanis dibandingkan beberapa pendahulunya.

Kita juga bisa menyaksikan dalam perjalanan sejarah betapa Muhammad II Al Fatih masih terbilang muda ketika berhasil memperbesar pengaruh Turki Utsmaniah di abad ke-15. Dengan piawai ia menata Turki yang ketika itu adalah kekuatan adidaya tak tertandingi. Ia baru berusia 21 tahun ketika bersama pasukannya tiba di Konstantinopel yang kini dikenal dengan nama Istanbul. Sebagai raja yang memimpin pasukan perang, Fatih tahu benar bahwa perang yang sedang dihadapinya bukanlah perang agama. Ia tak merusak simbol-simbol agama Nasrani di Konstantinopel, sebaliknya ia menjaga bangunan-bangunan itu dan memberikan kebebasan kepada kaum Nasrani dan umat agama lain untuk tetap memeluk dan menjalankan ibadah agama mereka.

Sejarah bangsa kita Indonesia, dimulai dari kebangkitan nasional yang menandakan mulai tumbuhnya rasa nasionalisme, sumpah pemuda yang menjadi cikal bakal persatuan Indonesia, kemerdekaan republik Indonesia, tumbangnya orla, lahir dan tumbangnya orde baru sampai lahinya orde reformasi. Sejarah mengatakan tanpa pemuda negeri ini tidak akan menikmati kemerdekaan dan terus menerus hidup dalam ketidakadilan. Ben Anderson, pengamat politik Indonesia, dalam Java In A Time Of Revolution, Occupation And Resisten (1944-1946) meyakini bahwa sejarah Indonesia adalah sejarah pergerakan kaum muda. Dalam setiap fase sejarah, kepemimpinan kaum muda adalah motor penggerak perubahan zaman.

Periode awal yaitu Kebangkitan Nasional tahun 1908, ditandai dengan berdirinya Budi Utomo yang merupakan organisasi priyayi Jawa pada 20 mei 1908. Pada periode ini, pemuda Indonesia mulai mengadopsi pemikiran-pemikiran Barat yang sedang booming pada saat itu. Pemikiran-pemikiran tersebut antara lain adalah Sosialisme, Marxisme, Liberalisme, dll. Pengaruh pemikiran ini terhadap pemikiran pemuda saat itu tergambar jelas pada ideologi dari sebagian besar organisasi pergerakan yang mengadopsi pemikiran Barat serta model gerakan yang mereka pakai. Selain mengadopsi pemikiran Barat, para pemuda di masa itu juga menerapkan esensi dari kebudayaan Jawa, Islam, dan konsep kedaerahan lainnya sebagai pegangan (ideologi).

Periode berikutnya, Sumpah Pemuda 1928, ditandai dengan Kongres Pemuda pada bulan Oktober 1928. Peristiwa ini merupakan pernyataan pengakuan atas 3 hal yaitu, satu tanah air; Indonesia, satu bangsa; Indonesia, dan satu bahasa; Indonesia. Dari peristiwa ini dapat kita gambarkan bahwa pemikiran pemuda Indonesia pada masa ini mencerminkan keyakinan di dalam diri mereka bahwa mereka adalah orang Indonesia dan semangat perjuangan mereka dilandasi oleh semangat persatuan.

Generasi muda kemudian juga berhasil menorehkan tinta emas bagi perjalanan bangsa ini ketika di tahun 1945 kembali mereka merenda dan mengimplementasikan gagasan mengenai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa dalam bentuk kemerdekaan bangsa, yang teks proklamasinya dibacakan oleh Ir. Soekarno tepat jam 10 tanggal 17 Agustus 1945. Melalui proklamasi kemerdekaan ini, maka  bangsa Indonesia yang selama ini tidak  memiliki kedaulatan yang terfragmentasi dalam kerajaan-kerajaan, maka menyatu menjadi satu yaitu bangsa Indonesia.  Lagu Satu Nusa Satu Bangsa yang sering dikumandangkan pada waktu upacara merupakan simbol dan substansi dari menyatunya segenap elemen bangsa Indonesia.

Ketika terjadi krisis kekuasaan akibat gerakan makar yang dilakukan oleh PKI di tahun 1966, maka pemuda juga bangkit melakukan perlawanan. Para aktivis organisasi kemahasiswaan, seperti GMNI, PMII, HMI, PMKRI, GMKI dan segenap elemen mahasiswa melakukan tiga tuntutan rakyat (Tritura) yang sangat dikenang, yaitu: Bubarkan PKI, Bersihkan pemerintahan dari unsur-unsur PKI dan Turunkan harga. Tritura ini menjadi salah satu power pressure bagi pemerintahan Orde Lama untuk melakukan berbagai perubahan sehingga memunculkan Orde Baru yang kemudian berkuasa dalam puluhan tahun.

Kekuasaan Orde Baru yang tiranic, gigantic and powerfull ternyata juga tidak mampu menghadang kekuatan mahasiswa yang di tahun 1998 melakukan berbagai aksi untuk menurunkan Jenderal Besar Soeharto dari panggung kekuasaan. Melalui gerakan people power akhirnya kekuasaan otoriter Soeharto pun harus berakhir. Gerakan mahasiswa yang terjadi saat itu sungguh sekali lagi membuktikan bahwa mahasiswa memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan sosial. Melalui gerakan mahasiswa tersebut maka muncullah Orde reformasi yang berlangsung sekarang.

Dari peranan pemuda dalam pergerakan kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan serta mempertahankan kedaulatan negeri ini, paling tidak terdapat tiga faktor yang sangat signifikan bagi investasi Indonesia: Pertama, pemuda telah menunjukkan peran dan eksistensinya secara jelas untuk menjadi lokomotif perubahan yang heroik bagi tercapainya kemerdekaan dan perjalanan kenegaraan serta kebangsaan Indonesia. Pada konteks tersebut, semakin menegaskan bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam menggerakkan perubahan dan menciptakan sejarah baru bangsa ini atau paling tidak menjadi trend setter sejarah Indonesia. Hampir seluruh sejarah yang tercipta di negeri ini dilakukan atas peran serta pemuda, seperti gerakan 1908, 1928, 1945, 1966, hingga 1998. Fenomena tersebut sekaligus menunjukkan betapa signifikannya keberadaan pemuda dalam konteks keindonesiaan. Dari gugusan sejarah Indonesia yang jangan pernah dilupakan adalah bahwa kontribusi terbesar terbentuknya sejarah Indonesia karena adanya komitmen dan kesadaran yang tulus melalui peran pemuda.

Peran pemuda untuk perjuangan kemerdekaan tidak berhenti sampai disitu. Di zaman reformasi dan globalisasi saat ini tantangan yang dihadapi jauh lebih besar. Penjajahan tidak lagi secara fisik, tetapi lebih secara mental dan spiritual. Pelemahan ideologi dalam berbagai hal, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan. Salah satu tantangan itu adalah pembersihan negara ini dari mental korupsi. Karena mental korupsi adalah virus yang sangat berbahaya yang mempunyai dampak lebih mematikan dari apapun. Virus ini mengerogoti dan bisa memusnahkan peradaban bangsa.

Dengan kritikan thinking, semangat yang tiada henti dan kekuatan dari para pemuda Indonesia pasti akan bebas dari korupsi. Dimulai dengan Zero toleransi terhadap korupsi sangat diperlukan dalam segi apapun pada siapa pun. Komitmen untuk berperan dalam pemberantasan korupsi, pembentukan komisi pemberantasan korupsi dan membuat network diantara kaum muda untuk konsen dalam pemberantasan korupsi akan sangat efektif dan sangat bagus sekali lebih lagi dengan membuat  gerakan anti korupsi yang massive, terorganisir dan terkonsolidasi.

Begitu pentingnya peranan pemuda dalam pembangunan bangsa. Generasi muda adalah the leader of tomorrow. Makanya di tangan kaum mudalah nasib sebuah bangsa dipertaruhkan. Dengan adanya semangat dan kemampuan untuk membangun bangsa dan negaranya, maka negara ini akan sejahtera, damai dan kuat untuk itu sangat disayangkan jika banyak tokoh muda yang menjadi harapan bangsa terlibat kasus-kasus korupsi, oleh karenannya mari bangkitlah kaum muda ,maju terdepan membasmi segala penyakit korup guna membebaskan bangsa ini dari mental korup..

 

Yudistira Wiryawan, Nopember 2013

(Penulis Alumni Pascasarjana KSI UI dan Analis Kajian Strategis Nusantara Bersatu).

Artikel Khas www.suluhbali.co

Salam

Gabung bersama kami di group https://www.facebook.com/groups/suluhbalidotco/ dan follow twitter @sulubalidotco serta Like  https://www.facebook.com/suluhbaliCO untuk membangun bersama jaringan berita Bali yang cerdas, inspiratif dan berbudaya.

Terima Kasih

 

 

Comments

comments