Artikel | Korupsi Liang Kubur Kekuasaan

93
Back

1. Oleh : Dharma Yudha

Peringatan Hari Antikorupsi Internasional 9 Desember 2013 lalu mengingatkan 68 tahun sudah kita merdeka secara fisik. Namun sayangnya Indonesia belum bisa melepaskan diri dari penyakit korupsi yang sudah terlalu lama hinggap dan menyerang seluruh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Korupsi sudah menjadi penyakit yang sepertinya sulit sembuh. Semakin lama penyakit ini bukan hilang, malah sebaliknya, menunjukan tanda-tanda semakin parah.

Sebenarnya pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono memberikan harapan besar akan upaya pemberantasan korupsi secara lebih sistematis. Dalam visi-misinya, Presiden yang telah dua kali dipilih langsung oleh rakyat ini merancang lima Agenda Utama Pembangunan Nasional 2009-2014 yang diantaranya adalah perbaikan tata kelola pemerintahan serta penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi.

Perbaikan tatakelola pemerintahan yang baik menjadi isu yang penting dalam konteks nasional dan internasional. Sebagai contoh, krisis ekonomi yang lalu tidak terlepas dari buruknya tatakelola pemerintahan, baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Krisis keuangan global, juga tidak terlepas dari masalah ini. Karenanya, Indonesia harus menempatkan perbaikan tatakelola pemerintahan menjadi salah satu agenda perbaikan untuk mencegah krisis berulang. Wujud dari perbaikan tatakelola pemerintahan ini antara lain dapat dilihat dari penurunan tingkat korupsi dan perbaikan pelayanan publik.

Di sisi lain, Indeks persepsi korupsi harus terus membaik secara signifikan. Jika hal ini terjadi, maka akan memberikan indikasi bahwa upaya keras pemerintah dalam memperbaiki tatakelola pemerintahan beberapa tahun terakhir, telah berada dalam arah yang benar.

Back