ilustrasi.

Oleh : Abdul Rahman Hakim )*

Beberapa minggu menjelang pembukaan Asian Games, tepatnya 18 Agustus 2018 antusiasme tinggi masyarakat Indonesia akan event besar pesta olahraga akbar se-Asia sudah nampak jelas terlihat di berbagai penjuru negeri. Pesta besar olahraga kali ini merupakan penyelenggaraan yang kedua kalinya bagi Indonesia yang dipercaya sebagai tuan rumah.

Tidak kalah penting dari antusiasme masyarakat Indonesia, Pemerintah baik melalui kementerian dan  lembaga maupun pemerintahan daerah juga sudah menjamin kesuksesan penyelenggaran Asian Games 2018. Salah satu upaya yang dilakukan baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah adalah menjamin keamanan pangan para atlet yang siap berjuang membela negaranya masing-masing. Total sekitar 15.000 atlet dari 45 negara akan bersaing memperebutkan medali emas dari 42 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menjamin keamanan makanan seluruh atlet Asian Games 2018 yang akan bertanding di seluruh wilayah DKI. Kepala Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinkes DKI Jakarta Endra Muryanto di Jakarta mengatakan selama berlangsungnya penyelenggaraan Asian Games 2018 di Ibukota, pihak Labkesda DKI akan melaksanakan kegiatan keamanan pangan dengan melakukan pemeriksaan terhadap makanan seluruh atlet.

Pemeriksanaan pangan tersebut dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari, yakni pagi, siang dan malam hari. Ada sebanyak 57 petugas yang akan disebar disejumlah lokasi penginapan atlet untuk memeriksa santapan para atlet. Sejumlah petugas yang akan dikerahkan untuk memeriksa keamanan makanan para atlet itu berasal dari Labkesda DKI Jakarta, Puskesmas Kecamatan serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta.

Kepala Dinkes DKI Jakarta Koesmedi Priharto mengatakan para petugas tersebut akan melakukan pemeriksaan pangan sejak masih dalam bentuk bahan baku, proses pengambilan barang hingga pengolahannya. Petugas tersebut juga wajib menginventarisir dan memeriksa makanan di restoran yang berada dekat venue Asian Games 2018.

Dinkes juga akan menerjunkan 688 tenaga medis selama perhelatan Asian Games. Angka tersebut juga sudah termasuk dokter dan perawat yang telah mengikuit pelatihan sport injury yang telah dilakukan sejak September 2017 dan menghasilkan 388 tenaga medis dengan rincian 133 dokter dan 255 perawat. Hingga tiga minggu menjelang pembukaan Asian Games 2018, ada sekitar 300 tenaga medis lainnya dari dokter dan perawat yang dinyatakan lulus dan akan disebar untuk membantu Dinkes DKI mensukseskan Asian Games.

Pemeriksa makanan gabungan tersebut bertugas melakukan pengujian pangan untuk mendeteksi sejumlah kandungan zat berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi oleh para atlet. Setelah dilakukan pengujian dan diketahui hasilnya, barulah kemudian dapat dipastikan apakah makanan yang akan dikonsumsi oleh para atelt Asian Games aman dan bebas dari zat berbahaya atau mungkin ada pelarangan untuk dikonsumsi.

Kepala Badan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Penny K. Lukito menyatakan jelang perhelatan Asian Games 2018 di Palembang, BPOM RI menjamin keamanan pangan dengan tengah melakukan pengawasan untuk memastikan keamanan pangan di berbagai lokasi kuliner yang ada di Palembang agar terjaga dengan baik. Penny menyatakan bahwa Balai Besar POM di Palembang terus melakukan penyuluhan di pusat-pusat produksi pengolahan kuliner dan mengedukasi pelaku usaha tentang menyiapkan pangan bebas dari penggunaan bahan baku yang berbahaya seperti formalin, borax, dan pewarna. Penyuluhan keamanan pangan ini telah dilakukan kepada 1.166 pelaku usaha, seperti penjual pempek, jasa boga, restoran cepat saji hingga pedagang kaki lima.

Dalam penyuluhan tersebut Balai Besar BPOM Palembang melakukan tes sampling formalin, borax, dan pewarna. Sebelum penyuluhan dilakukan, masih ada 15 persen pelaku usaha yang menggunakan bahan berbahaya tersebut. Namun ketika penyuluhan sudah diberikan, persentase menurun menjadi 4 persen. Sampai tiga minggu menjelang pembukaan Asian Games, pihak BPOM berharap dengan penyuluhan tersebut bahan berbahaya pada makanan akan turun menjadi nol persen.

BPOM RI berharap komitmen untuk menjamin keamanan pangan atlet Asian Games oleh berbagai lintas sektor  dengan dinas di provinsi, dinas kesehatan kota, dinas ketahanan pangan, dinas UMKM, Kementerian Perdagangan, dan dinas pariwisata juga dapat didukung pelaku usaha untuk tetap menciptakan produk yang bermutu dan nantinya juga dapat dimanfaatkan sebagai dagangan yang dapat diekspor ke seluruh penjuru dunia sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan ekonomi lokal dan ekonomi nasional.

Pemprov Sumsel melalu Dinkes Sumsel juga tidak ingin kecolongan terkait keamanan pangan yang akan disajikan kepada atlet maupun para pelanggan yang akan menikmati tontonan seru Asian Games di Pelembang. Upaya yang dilakukan Dinkes Sumsel untuk menjamin ikut serta menjamin kesehatan pangan yaitu mengadakan seminar keamanan pangan dengan melibatkan Asosiasi Dietsien Indonesia (AsDI), Inasgoc dan Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonsia (APJI) Sumsel.

Ketua APJI Kota Palembang, Hj. Zulaiha mengatakan kegiatan seminar keamanan pangan merupakan kerjasama dengan AsDI agar kedepan para pelaku usaha katering makanan dapat menjaga keamanan pangan sehingga masyarakat Palembang dapat menikmati kesehatan pangan. Seminar ini juga sebagai bentuk pelajaran untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti yang pernah terjadi pada event Sea Games 2011 di Palembang beberapa makanan ditemukan dalam kondisi kurang baik bahkan ada yang tidak layak dikonsumsi.

Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) selaku penanggungjawab penyelenggaraan Asian Games 2018 nampaknya sudah mempelajari dan siap mengantisipasi banyaknya komplain berbagai pihak terkait makanan saat pagelaran Sea Games 2011 yang juga diselenggarakan di Jakarta. INASGOC telah menetapkan standar dan aturan khusus makanan yang akan disajikan untuk para petugas dan atlet Asian Games nanti.

Head of Food Safety Inasgoc, dr Louise Kartika didampingi Head Production Departemen Catering Inasgoc, Teddy Rinaldi mengatakan dalam upaya peningkatan keamanan makanan bagi penyelenggara jasa boga akan dilakukan secara ketat, mulai dari pengadaan barang mentah, produksi sampai penyajiannya. Sebelum disajikan, makanan tersebut juga harus melalui rapid test dulu untuk melihat apakah makanan tersebut layak dikonsumsi atau tidak. Pengawasan mutu makanan sangat penting dengan memakai konsep Hazard Analisis Critical Control Point (HACCP). Dengan konsep ini pelaku jasa boga bisa menidentifikasi bahaya (hazard) yang dapat terjadi pada setiap tahapan penyediaan makanan.

Dari hasil monitoring dan evaluasi makanan yang disajikan oleh catering untuk untuk pengawasa SEA Games 2011 terdapat beberapa keluhan, yakni porsinya sangat sedikit, sayur basi dan berbau asam, ditemukan ulat dalam kotak makanan, makanan yang disajikan dalam kemasan kotak tidak manusiawi, suhu makanan dingin dan tekstur keras, rasa makanan tidak enak, makan malam terlalu cepat diantar berbarengan dengan snack.

Berdasarkan hasil evaluasi ini, maka sangat diperlukan pelatihan tentang regulasi dan keamanan makanan petugas Asian Games. “Keamanan Pangan Olympic Council Indonesia bersama Dinas Kesahatan Sumsel harus mengawal kemaamanan pangan saat Asian Games 2018.

Kepala Badan Standarisasi Nsional (BSN) RI, Bambang Prasteya mengatakan BSN tengah membidik usaha pangan yang ada di Sumsel, terutama Kota Palembang untuk disertifikasi menjelang perhelatan Asian Games 2018. Tujuannya untuk memberi rasa nyaman kepada pelancong atau tamu Asian Games terutama soal kebersihan makanan. Menurutnya Kepala BSN RI, dengan melakukan sertifikasi pangan, kualitas produk pangan akan terjamin mulai dari bahan bakunya, tempat pengolahan (dapur) hingga kualitas makanan/masakan bisa dipastikan bersih dan aman.

Langkah pasti juga dilakukan oleh Balai Veteriner Lampung dalam menjaga keamanan pangan yang berasal dari hewan. Balai yang berada dibawah tanggungjawab Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian pertanian ini terjun langsung ke lapangan guna memastikan keamanan dan kesehatan pangan produk hewani. Balai Veteriner Lampung melakukan kegiatan rutin surveillance terhadap produk pangan asal hewan di Kota Palembang guna untuk menunjang keamanan pangan terutama menjelang perhelatan akbar Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan di Jakarta-Palembang. Surveillance ditargetkan ke arah cold storage baik itu pada distributor ataupun store yang menjual daging, tempat pemotongan hewan, pengepul telur serta produsen bakso.

Mengingat pentingnya menjaga kondisi keamanan pangan, diharapkan masyarakat dan pemerintah ikut berpartisipasi aktif dalam mengawasi pedaran pangan selama keberlangsungan Asian Games. Dan yang paling penting lagi,  pelaku usaha makanan juga diharapkan untuk tetap menyajikan usaha pangan yang sehat dan aman sehingga nantinya dapat memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat luas.

)* Penulis adalah Universitas Taman Siswa Palembang

Comments

comments

1 COMMENT