Salah satu venue yang disiapkan untuk Asian Games 2018 di Jakarta (foto ist0.

Oleh : Abner Krei )*

 

Perhelatan akbar olahraga antar negara di kawasan Asia, Asian Games 2018, akan segera digelar di Indonesia. Pesta olahraga terbesar di  Asia tersebut akan dilaksanakan tanggal 18 Agustus-2 September 2018 di tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Sumatera Selatan dan Jawa Barat. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memacu pembangunan sarana dan prasarana cabang olahraga beserta infrastruktur pendukung kegiatan.

Saat ini di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan terdapat 14 venue yang tengah dibangun dengan 7 paket pekerjaan yang mencakup Stadion Utama (AG 1), Fasilitas Latihan (AG 2), Stadion Renang (AG 3), Lapangan Hoki, Panahan dan Sepakbola ABC (AG 4), Istora Senayan (AG 5), Stadion Tenis Indoor dan Outdoor (AG 6), serta Stadion Madya, Gedung Basket, Lapangan Softball dan Baseball (AG 7). Secara keseluruhan, progres proyek pembangunan/renovasi di GBK mencapai sekitar 71.3%.

Di lokasi yang sama juga dilakukan penataan kawasan untuk menciptakan kualitas ruang luar bangunan venue yang lebih baik namun dapat menyatu dengan bangunannya. Sedangkan di Palembang, tepatnya di Jakabaring Sport City, terdapat dua venue yang tengah dibangun, yaitu venue dayung dan tembak, yang progresnya saat ini masing-masing sebesar 42% dan 45%.

Upaya ini diharapkan dapat mendukung capaian prestasi atlet-atlet Indonesia, pembangunan dan perbaikan venue-venue tersebut akan meningkatkan kualitas serta estetika bangunan menjadi representatif dan bertaraf dunia. Pasalnya, infrastruktur yang dibangun harus mampu memenuhi standar yang ditetapkan induk cabang olahraga internasional.

Lapangan hoki, misalnya, kini tengah menjalani proses sertifikasi yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi internasional yang ditunjuk oleh Federasi Hoki Internasional (FIH). Venue lain adalah stadion renang, yang spesifikasi kolamnya disesuaikan dengan standar yang ditetapkan Federasi Renang Internasional (FINA). Uniknya, karena stadion renang adalah salah satu bangunan cagar budaya yang ada di kawasan GBK, pemugaran disyaratkan tidak mengubah wajah asli dari bangunan lama.

Dalam melaksanakan proyek-proyek yang sedang dikerjakan, Kementerian PUPR senantiasa memperhatikan aspek kekuatan, kerapihan, kenyamanan, serta keselamatan bangunan. Menteri PUPR beberapa kali mengecek langsung pelaksanaan pekerjaan baik di Jakarta maupun Palembang.

Kementerian PUPR juga menggandeng Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) untuk memberikan pendampingan teknik pembangunan venue dan penataan kawasan di GBK dan Kemayoran. Infrastruktur Asian Games ditargetkan dapar rampung seluruhnya akhir tahun ini dan akan diujicoba pemanfaatannya melalui test event di awal tahun 2018.

Berbagai persiapan mengenai infrastruktur  telah dilakukan oleh panitia pelaksana Asian Games 2018 bersama Pemerintah DKI Jakarta, dengan ini pihak-pihak terkait mengadakan rapat untuk  memberikan mengenai laporan progress persiapan Asian Games XVIII Tahun 2018. Rapat ini membahas tentang bagaimana memberikan servis terbaik untuk para atlet dan ofisial, tak hanya itu  panitia juga akan memberikan servis seluruh partisipan saat games time, termasuk awak media,  yang juga mempunyai peran besar dalam membesarkan nama Asian Games.

Dalam hal ini Awak media dan relawan yang sudah terakreditasi dapat menggunakan transportasi umum yang miliki DKI Jakarta yaitu Transjakarta, dengan menunjukkan kartu akreditasi  wartawan maupun relawan tidak perlu mengeluarkan biaya.

Terkait pengamanan yang dilakukan di Wisma Atlet di Komplek Olahraga Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), akan menjadi lebih ketat, hal ini dilakukan demi memastikan Wisma Atlet tidak akan disusupi oleh pihak yang tidak berkepentingan dan pihak-pihak yang akan mengganggu keberlangsungannya acara Asian Games ini. Dengan ini panitia pelaksana memastikan keamanan atlet dan ofisial di kawasan yang meliputi Wisma Atlet lama, rusunawa, dan dinning hall akan dianggap sebagai satu kawasan terintegrasi dengan tingkat keamanan tertinggi.

Panitia akan menutup akses jalan yang berada di kawasan tersebut sehingga tidak ada pintu lain, selain pintu utama, Selain itu pemberlakuan penggunaan kartu identitas juga akan berlangsung ketat karena hanya yang teregistrasi dan terverifikasi sebagai atlet dan ofisial yang diizinkan masuk. Pengaman ini dilakukan sebagai wujud tanggung jawab panitia pelaksana dan nama baik Indonesia terkait dengan adanya serentetan aksi teror beberapa waktu lalu yang terjadi di Surabaya dan Pekanbaru, guna memberikan rasa aman kepada pihak-pihak yang ikut serta dalam perhelatan Asian Games 2018.

Peran pemerintah dalam keamanan yaitu Polri dan TNI sangat loyal demi keamanan untuk seluruh peserta, terbukti sebanyak 60.000 personel gabungan dari TNI dan Polri dikerahkan untuk pengamanan pesta olahraga Asian Games yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang, dan dibantu oleh panitia pelaksana yang mengerahkan relawan sebanyak 2.000 orang di Palembang. Masyarakat diharapkan bisa berperan dalam membantu pihak kepolisian dan TNI dengan cara tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyaman yang bisa berimbas kepada citra dan nama baik Indonesia, terkhusus masyarakat yang tinggal di kota Jakarta dan Palembang.

Masyarakat juga bisa melakukan hal-hal positif guna membantu pemerintah dalam keberlangsungan acara perhelatan akbar Asian Games 2018. Untuk itu kita sebagai masyarakat dihimbau supaya tetap menjaga kondusifitas di kota masing-masing walaupun kita tidak secara langsung ada diacara tersebut, akan tetapi secara tidak sadar kita dapat berperan penting dalam keamanan di kota masing-masing, jadilah warga Negara yang cerdas dengan tidak terpengaruh oleh oknum-oknum yang hanya bisa merugikan nama baik Indonesia.

 

)* Penulis adalah Mahasiswa Universitas Flores

 

 

Comments

comments

1 COMMENT

Comments are closed.