Artikel | Dewi Saraswati Dalam Peringatan HARDIKNAS

273

Oleh: Ariawan Dharma Satria

Hari Pendidikan Nasional atau HARDIKNAS, kembali diperingati oleh seluruh warga Indonesia khususnya penduduk Indonesia yang bergelut di Dunia Pendidikan. Hari Pendidikan Nasional ini diperingati pada Tanggal 2 Mei setiap tahunnya. Pemilihan HARDIKNAS yang jatuh pada 2 Mei karena tanggal tersebut bertepatan dengan hari lahir tokoh pendidikan nasional yaitu Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara lah yang dulu memperjuangkan pendidikan bagi bangsa Indonesia dijaman penjajahan Belanda yang mengakibatkan diasingkannya dia ke Belanda.

Ketika pulang ke Indonesia Ki Hajar Dewantara membuat Taman Siswa sebagai tempat belajar dan diapun diangkat menjadi Menteri Pendidikan ketika Indonesia merdeka dan membuat Semboyan “Tut Wuri Handayani” yang artinya “Di Belakang memberi dorongan” , yang akhirnya semboyan itu digunakan di dunia pendidikan. Selain tut wuri handayani, ki hajar dewantara memiliki dua kata lagi untuk dunia pendidikan Indonesia, yaitu “ing ngarso sung tulodo” yang artinya “di depan memberi teladan” dan “ing madyo mangun karso” yang artinya “di tengah membangun karya”.

Terkait dengan hal itu, kita sebaga generasi penerus bangsa tentu memiliki kewajiban untuk terus mendorong terciptanya masyarakat yang berpendidikan. Dimana hal itu telah dipertegas dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea ke-4, bahwa tugas pemerintah selain harus memajukan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah mempunyai kewajiban untuk mencerdaskan kehidupan bangsanya. Karena suatu bangsa yang cerdas secara langsung maupun tidak langsung berimplikasi pada pengelolaan negara yang lebih baik.

Selain itu, disadari bahwa baik secara kebetulan atau tidak, peringatan hari pendidikan nasional kali ini bertepatan dengan Hari Raya Saraswati yang bagi para penganut agama Hindu di maknai sebagai wujud turunnya ilmu pengetahuan. Hari Raya untuk memuja keagungan Dewi Saraswati dilaksanakan setiap 210 hari (enam bulan) sekali, yaitu pada hari Saniscara (sabtu) Umanis, Watugunung.

Perayaan hari Saraswati dilakukan sebagai media untuk mengingatkan dan menyadarkan umat manusia betapa pentingnya arti ilmu pengetahuan dalam kehidupan. Pengetahuan merupakan alat penopang di dalam kita mengarungi kehidupan, serta untuk meningkatkan kualitas kehidupan material dan spiritual menuju kehidupan yang lebih baik. Ada lima aspek yang perlu kita cermati dalam perayaan Hari Raya Saraswati sebagai hari Ilmu pengetahuan, yaitu :

1. Faktor Edukatif dan Inspiratif ;
Sebagai faktor Edukatif ; secara sadar mendorong seseorang untuk melakukan proses pembelajaran diri, introspeksi diri dan keberanian untuk mengevaluasi diri, untuk dapat mewujudkan peningkatan kualitas diri, demi kesejahteraan bersama dalam kehidupan di masyarakat. Sedangkan faktor inspiratif ; Dapat mengilhami seseorang untuk selalu berusaha agar ilmu pengetahuan yang dimilikinya dapat bermanfaat bagi orang banyak/ masyarakat.

2. Faktor Trasformatif ;
Sebagai faktor Traspormatif ilmu pengetahuan hendaknya mampu mengubah sikap mental dan prilaku seseorang, kearah yang lebih baik, dan untuk mewujudkan kebersamaan dan kesetaraan diantara sesama umat manusia.

3. Faktor Integratif ;
sebagai faktor Integratif hendaknya ilmu pengetahuan dapat mendorong tumbuhnya suatu keyakinan yang utuh, yang tercermin dalam pengamalan berupa tingkah laku yang baik dan benar di masyarakat. Bila ilmu pengetahuan yang dimiliki tidak didayagunakan sebagai faktor Integratif, tidaklah ada gunanya ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

4. Faktor Kreatif ;
Sebagai Faktor Kreatif ilmu pengetahuan dapat mendorong seseorang untuk selalu berkreasi dan mengadakan pembaharuan pada diri dan lingkungannya, menuju kualitas hidup dan masa depan yang lebih baik, damai dan sejahtera lahir bhatin.

5. Faktor Motivatif ;
Sebagai Faktor Motivatif ilmu pengetahuan mendorong umat manusia untuk menentukan sikap memilih yang baik dan benar, dan dapat memotivasi untuk meningkatkan SDM, melalui pembelajaran diri terus menerus.

Untuk itu, terkait dengan kedua momentum tersebut maka bangsa Indonesia tentu harus memaknai hari pendidikan nasional tahun ini untuk terus meningkatkan pengetahuan kearah yang lebih positif seperti ajaran dewi saraswati tersebut.

Masih terkait dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 2 Mei 2015 yang dirangkum oleh Redaksi Eveline, terdapat 44.912 tweet yang menyampaikan ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional. Sementara, netizen yang menyebut Hardiknas mencuitkan 205.85 tweet. Banyaknya cuitan ini menjadikan hashtag #Hardiknas menjadi trending topic di Twitter. Sebanyak 1.589 tweet dikicaukan netizen yang mengharapkan pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan menentukan formula yang sangat jitu dalam pelaksanaan ujian nasional di tingkat SD, SMP, SMA/SMK sehingga kebiajakan yang dikeluarkan tetap berkesinambungan. Bukan dengan pergantian pemimpin berganti pula kebijakan yang dikeluarkan. Sementara, yang tak kalah menarik adalah adanya 1.386 tweet dari netizen yang curhat tentang upacara bendera yang musti mereka ikuti dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional ini.

Selamat hari Pendidikan Nasional.

Ariawan Dharma Satria : Penulis adalah pemerhati masalah pendidikan, aktif pada Lembaga Kajian Pendidikan Kebangsaan.

Comments

comments